PERSEPSI DAN INTERAKSI MASYARAKAT TERHADAP HUTAN MANGROVE DI DESA JANGKARAN KECAMATAN TEMON KABUPATEN KULONPROGO
RYAN GALIH ANGGITA, Bowo Dwi Siswoko S.Hut., M.A.
2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVHutan mangrove di Desa Jangkaran merupakan hutan mangrove milik negara yang dikelola oleh masyarakat. Hutan mangrove berfungsi sebagai pengendali abrasi, habitat bagi biota air, dan sebagai pemecah ombak. Dengan begitu masyarakat secara tidak langsung menjadi kunci kelestarian hutan mangrove tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan interaksi masyarakat Desa Jangkaran terhadap hutan mangrove. Penelitian ini dilakukan di Desa Jangkaran Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo Provinsi D.I Yogyakarta, pada bulan Juli s.d Agustus 2017. Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan cara interview, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan responden dilakukan dengan metode sensus sehingga didapatkan 95 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat desa jangkaran terhadap hutan mangrove yaitu masyarakat menganggap hutan mangrove sebagai paru-paru dunia dan penyangga kehidupan, hutan memberikan manfaat kepada manusia, hutan perlu dijaga agar tidak punah sehingga kelestarian hutan mangrove merupakan tanggungjawab bersama. Interaksi masyarakat terhadap hutan mangrove sangat baik (positif), karena masyarakat tidak mengambil hasil hutan apapun sampai saat ini. Masyarakat hanya memanfaatkan jasa lingkungannya saja sebagai tempat wisata dan lapangan bagi mereka untuk membuka usaha di sekitar obyek wisata. Kemudian imbal baliknya yaitu masyarakat senantiasa menjaga kelestarian hutan mangrove agar tidak punah.
Mangrove forest in Jangkaran Village is a state-owned mangrove forest managed by the community. Mangrove forests act as abrasion controllers, habitats for aquatic biota, and as breakwaters. Thus the community is indirectly the key to the preservation of mangrove forests. The purpose of this research is to know perception and interaction of Jangkaran Village society to mangrove forest. This research was conducted in Jangkaran Village, Temon District, Kulonprogo Regency, D.I Province of Yogyakarta, July to August 2017. This research used survey method. Data collection is done by interview, observation, and documentation. The technique of determining the respondents was done by census method to get 95 respondents. Data analysis was done descriptively qualitative by means of data reduction, data presentation, and conclusion. The result of the research shows that the perception of the jangkaran villagers on the mangrove forest is that the community considers mangrove forests as the lungs of the world and the buffer of life, the forests provide benefits to humans, the forest needs to be maintained so that the sustainability of mangrove forests is a joint responsibility. Community interaction on mangrove forest is very good (positive), because people do not take any forest product until now. People only use the services of the environment only as a tourist and field for them to open a business around the tourist attraction. Then the return is the community always keeps the preservation of mangrove forests to avoid extinction.
Kata Kunci : persepsi, interaksi, masyarakat desa, hutan mangrove