PERILAKU IBU PRIMIPARA DALAM MENCARI INFORMASI DAN PRAKTIK MENYUSUI DI KOTA YOGYAKARTA
ZUL ISNAINI, dr. Detty Siti Nurdiati, MPH., Ph. D, SpOG(K); DR. Atik Triratnawati, MA
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi sampai usia 6 bulan. Keinginan untuk memberikan yang terbaik kepada bayi yaitu ASI eksklusif diduga menjadikan ibu primipara memiliki kebutuhan informasi yang tinggi terkait pemberian ASI. Informasi tersebut dibutuhkan sebagai bentuk keingintahuan dan untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi ibu dalam menyusui untuk pertama kali. Menurut teori perilaku informasi, kebutuhan informasi akan mendorong terjadinya perilaku pencarian informasi. Namun hanya sedikit penelitian yang mengangkat tentang perilaku pencarian informasi terkait menyusui pada ibu primipara selama masa menyusui. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku pencarian informasi terkait menyusui dan praktik menyusui ibu primipara di Kota Yogyakarta. Metode Penelitian: penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Gondokusuman 2 Kota Yogyakarta. Informan dipilih secara purposive sampling. Wawancara mendalam dilakukan kepada 11 orang yang terdiri dari 8 ibu menyusui sebagai informan utama dan 3 anggota keluarga sebagai informan pendukung. Hasil wawancara direkam dengan perekam suara dan ditranskrip verbatim dan dianalisis secara tematik menjadi tema-tema. Hasil : Pencarian informasi terkait menyusui secara aktif dilakukan dengan membaca artikel-artikel di laman internet, buku-buku kesehatan, mengikuti kelas menyusui dan kelas ibu hamil. Pencarian informasi secara pasif yaitu ibu memperoleh informasi dari pengalaman-pengalaman menyusui keluarga atau teman, anjuran menyusui dari keluarga dan tetangga sejak ibu hamil dan saat menyusui, atau informasi menyusui yang diperoleh ibu saat melakukan pemeriksaan kehamilan dan setelah melahirkan. Sumber utama informasi terkait menyusui adalah tenaga kesehatan, internet dan keluarga. Praktik menyusui ibu primipara dalam penelitian ini cukup beragam. Adapun praktik menyusui ibu primipara dalam penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif, pemberian ASI secara parsial dengan susu formula, pemberian ASI predominan dengan menambahkan madu, dan pemberian MPASI dini. Kesimpulan : sebagian besar informan telah aktif dalam mencari informasi menyusui. Informasi diperoleh dari keluarga, tetangga, tenaga kesehatan dan internet. Sebagian besar informan tidak menyusui eksklusif karena munculnya permasalahan menyusui yang menjadi hambatan informan untuk menyusui eksklusif. Pemenuhan informasi menyusui belum menjadi penentu informan untuk menyusui eksklusif.
Background: Breast milk is the best food for babies up to 6 months of age. The desire to exclusive breastfeeding make primiparous mother has high information needs related to breastfeeding. Such information is needed as a form of curiosity and to deal with the problems faced by the mother in breastfeeding for the first time. According to information behavior theory, information needs will encourage information seeking behavior. However, only few studies have investigated information-seeking behavior related to breastfeeding in primiparous mothers during breastfeeding. Objective: The aims of this study is to explore the information seeking behavior related to breastfeeding and breastfeeding pactices amongst primiparaous mothers in Yogyakarta. Research Method: Qualitative study with phenomenology approach was conduct to meet the objectives of this study. Implemented in the working area of Puskesmas Gondokusuman 2 Kota Yogyakarta. The informant was chosen by purposive sampling. In-depth interviews were conducted for 11 people consisting of 8 breastfeeding mothers as primary informants and 3 family members as supporting informants. Interview results were recorded with voice recorder and transcribed verbatim and analyzed thematically into themes. Result: Information seeking behaviour related breastfeeding is actively done by reading articles from internet, health books, breastfeeding classes and prenatal classes, where passively obtaining from breastfeeding experiences of family or friend, breastfeeding recommendation from family and neighbors or health proffesionals during antenatal care and postnatal care. The main sources of breastfeeding information are health professionals, internet and family. Primiparous breastfeeding practices are quite diverse. They were exclusive breastfeeding, breastfeed with formula, predominant breastfeeding and early complementary feeding practices. Conclusion: Most primiparous mothers have been active in seeking breastfeeding information. Information is obtained from family, neighbors, health proffesionals and the internet. Most primiparous mothers are not exclusively breastfeed because of the emergence of breastfeeding problems that become the barrier for exclusive breastfeeding. Fulfilling breastfeeding information has not been a determinant for exclusive breastfeeding.
Kata Kunci : Ibu primipara, pencarian informasi ASI, praktik menyusui, breastfeeding practices, information-seeking related breastfeeding, primiparous mother