Laporkan Masalah

PENGARUH DIVERSIFIKASI PENDAPATAN TERHADAP RISIKO LEMBAGA KEUANGAN MIKRO: STUDI EMPIRIS BPRS DI INDONESIA

ULYA AFIDA IANATI, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Industri perbankan mengalami perkembangan dari masa ke masa menjadikan semakin ketatnya kompetisi penyaluran kredit atau pembiayaan sehingga bank-bank di Indonesia, termasuk Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) memperluas bisnisnya melalui diversifikasi pendapatan. Bank tidak lagi hanya bergantung pada pendapatan tradisionalnya, namun mulai mengandalkan pendapatan non-tradisional sebagai sumber penghasilannya. Hubungan antara diversifikasi pendapatan yang dilakukan bank terkait menjadi penting mengingat potensi risiko yang dihapadi bank. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diversifikasi pendapatan terhadap risiko BPRS di Indonesia selama tahun 2011-2016. Variabel dependen dalam penelitian adalah risiko yang diukur dengan proksi Z-Score. Z-Score adalah ukuran risiko yang biasa digunakan dalam literatur perbankan untuk mencerminkan kemungkinan kebangkrutan bank. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah diversifikasi pendapatan dengan pendekatan Herfindahl Hirshman Index. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan karakter spesifik bank. Hasil penilitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan proksi Z-Score, semakin tinggi rasio diversisifikasi maka semakin rendah risiko yang akan dihadapi BPRS. Diversifikasi pendapatan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap risiko kebangkrutan BPRS.

Banking industry has expanded over the time making the tighten of credit or financing competition, including banks in Indonesia, Sharia Rural Bank (BPRS) as Micro Finance Institutions (MFIs) are expanding their business through income diversification. Banks are no longer just relying on their traditional income, but are beginning to rely on non-traditional income as a source of income. The relationship between income diversification with banks is important given the potential risks to banks. Therefore, this study aims to analyze the effect of income diversification on the risk of BPRS in Indonesia during 2011-2016. The dependent variable in this study is the risk measured by the Z-Score. Z-Score is a gauge of risk commonly used in the empirical banking literature to reflect bank bankruptcy possibilities. The independent variable used in this research is the income diversification with Herfindahl Hirshman Index approach. In addition, this study also uses some special characteristics of bank. The results showed that by using Z-Score proxy, the higher the diversification ratio, the lower the risk that will be faced by the microfinance institution. Income diversification has a significant negative effect on the risk of microfinance institution bankruptcy.

Kata Kunci : Lembaga Keuangan Mikro, BPRS, diversifikasi pendapatan, risiko