PENGARUH DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA 11 KLON UNGGUL STEK PUCUK JATI (Tectona grandis L.f.) DI PERSEMAIAN
FANDI ADHITYA, Prof. Dr. Ir. Mohammad Naiem, M.Agr.Sc.;Ir. Sukirno Dwi Asmoro Prianto, MP.
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANJati merupakan tanaman yang memberikan kontribusi besar dalam penyediaan stok bahan baku kayu di Indonesia. Hutan tanaman dan hutan rakyat sebagai pemasok kayu jati terbesar di Indonesia dirasa masih belum mampu mencukupi permintaan pasar karena produktivitasnya yang rendah. Untuk mengatasinya, diperlukan penambahan stok kayu jati baik secara kuantitas maupun kualitas. Untuk itu, diperlukan bibit unggul demi keberhasilan pertanaman. Klon unggul jati yang ada di Hutan Wanagama I Gunung Kidul perlu dikembangkan, salah satunya dengan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dengan berbagai dosis terhadap pertumbuhan dan biomassa semai dari 11 klon unggul jati hasil stek pucuk. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap berpola faktorial dengan faktor dosis pupuk NPK dan klon jati, dengan ulangan sebanyak 5 kali. Dosis pupuk NPK yang digunakan ada 4 level yaitu 0 g; 1,5 g; 3 g; dan 4,5 g, diaplikasikan kepada 11 klon jati yaitu F71; D15; A51; E6; F16; F35; A10; WG1; WG2; F31; dan A19. Parameter pertumbuhan yang diukur yaitu tinggi semai, diameter batang semai, dan jumlah daun semai, serta perolehan biomassa akar, batang, dan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK tertinggi (4,5 g) memberikan pertumbuhan dan biomassa semai jati yang lebih baik, kecuali pada pertambahan jumlah daun semai yang justru menunjukkan hasil terbaik pada dosis pupuk NPK 1,5 g. Klon terbaik berdasarkan parameter tinggi, biomassa batang, dan biomassa daun adalah klon D15, berdasarkan parameter diameter batang dan biomassa akar adalah klon E6, dan berdasarkan banyaknya jumlah daun adalah klon WG1.
Teak has contributed to wood supply in Indonesia, however plantation and community forests as the biggest teak supplier in Indonesia are still struggle to meet market demand for its low productivity. Based on that condition, it is necessary to add wood stock in terms of productivity and quality. Therefore, best quality plant material are needed for successful planting. Best quality teak clones grown in Hutan Wanagama Gunung Kidul could potentially be developed by fertilization. This study aims to know influence fertilization NPK by various dosage toward growth and biomass of 11 best quality teak clones of shoot cuttings in nursery. Research plan that used is Completely Randomized Design Factorial patterned with 4 level fertilizer dosage NPK that are 0 g; 1.5 g; 3 g; 4.5 g, applied to 11 teak clones that is used F71, D15, A51, E6, F16, F35, A10, WG1, WG2, F31 and A19. Growth parameters that measured are included height, trunk diameter and total of seeds leave and biomass of root, stem and leaves. Result has shown that highest NPK fertilizer dosage (4.5 g) gave better growth and biomass of teak seeds, except on parameter number of leaves that found optimal dosage on 1.5 g. The best clone based of parameter height, stem biomass and leaves biomass is clone D15, based on trunk diameter and root biomass is clone E6 and based on number of leaves, the best clones are WG1.
Kata Kunci : Jati, stek pucuk, klon, pupuk NPK, dosis