Laporkan Masalah

PENGARUH INTENSITAS PEMANFAATAN RUANG TERHADAP SUHI (SURFACE URBAN HEAT ISLAND DI PERKOTAAN YOGYAKARTA

LANTHIKA ATIANTA, Prof. Dr. H.A. Sudibyakto, MS. ; Dr. Retnadi Heru Jatmiko, MS.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas pemanfaatan ruang terhadap fenomena SUHI bulan Juni di Perkotaan Yogyakarta. Lokus penelitian adalah Perkotaan Yogyakarta dengan unit amatan yaitu SUHI dan intensitas pemanfaatan ruang. Data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Keterbatasan waktu dan daerah penelitian yang luas membuat pengambilan data primer dilakukan secara sampling. Pendekatan purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel diikuti dengan beberapa kriteria yang mewakili kondisi dan karakteristik di lapangan. Hasil analisis menunjukkan SPL Perkotaan Yogyakarta dari tahun 2013, 2015 dan 2017 terletak pada rentang 25-430C. Rata-rata SPL paling tinggi terjadi pada tahun 2017 yaitu mencapai 36,20C. Nilai ambang batas SUHI bulan Juni sebesar 35,40C. Distribusi SUHI terkonsentrasi di pusat Perkotaan Yogyakarta. Luasan SUHI mencapai 57,3 km2 pada tahun 2017. Bila dirinci setiap kelurahan secara berurutan Kelurahan Prawirodirjan, Ngampilan, Jagalan dan Ambarketawang merupakan daerah dengan persentase SUHI 3,2,1 dan non-SUHI yang paling luas dibandingkan kelurahan yang lain. Variabel intensitas pemanfaatan ruang berpengaruh terhadap SUHI Perkotaan Yogyakarta. Variabel KDH memiliki korelasi korelasi negatif yang cukup kuat dengan SPL, yaitu sebesar -0,868. Sebaliknya variabel tinggi bangunan memiliki korelasi yang paling lemah dibandingkan variabel yang lain, yatu hanya 0,591. Hubungan intensitas pemanfaatan ruang dan SUHI dituliskan dalam persamaan regresi linear SUHI = 2,754 - 4,707 (KDH) + 0,347 (KDB x Jumlah Lantai) dengan R2=0,796. Analisis prediksi SUHI dengan mengubah variabel intensitas pemanfaatan ruang sesuai dengan arahan dokumen perencanaan menunjukkan 81,8% zona pemanfaatan ruang Perkotaan Yogyakarta masih terdampak SUHI. Upaya mitigasi SUHI Perkotaan Yogyakarta dapat dilakukan baik secara struktural dan non struktural.

The aim of the study is determining the correlation of space utilization intensity to the SUHI in Yogyakarta City. The study is focused on the SUHI which occurred in June and dry seasons. The study is located in Yogyakarta city (around Ring Road area) with the observation units are space utilization intensity and SUHI. The study uses 2 kinds of data, there are primary and secondary data. The study uses sampling method with purposive sampling approach to get the primary data because of the limitless of time and area of study. Based on the analysis, LST in Yogyakarta City from 2013 to 2017 lies on a range 25-430C. The highest LST average is occurred in 2017 (36,20C). The LST threshold to delineate and determine the SUHI is 35,40C. SUHI occurs concentrated in the city center and reaches 57,3 km2 in 2017 or 70,7% from the total area of Yogyakarta City. Kelurahan Prawirodirjan, Ngampilan, Jagalan dan Ambarketawang sequentially are sub-district which have highest SUHI area for SUHI 3,2, 1 and non-SUHI than others. The result shows that the variables of space utilization intensity effect on the SUHI in Yogyakarta City. Green based coefficient has strong negatively correlation to the SUHI, there are -0,868. Otherwise building height has lowest correlation to the SUHI, only 0,591. The correlation of SUHI and space utilization intensity is SUHI = 2,754 - 4,707 (Green Based Coefficient) + 0,347 (Built-up Area Coefficient x number of floors). Based on SUHI prediction with changing the utilization space intensity same as the policy and regulation in Yogyakarta City, there are 81,8% zone which are impacted by SUHI.

Kata Kunci : Kata Kunci: Suhu Permukaan Lahan (SPL), Surface Urban Heat Island (SUHI), Intensitas Pemanfaatan Ruang, Perkotaan Yogyakarta

  1. S2-2017-389611-abstract.pdf  
  2. S2-2017-389611-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-389611-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-389611-title.pdf