PEMBUATAN METIL ESTER SULFONAT DARI MINYAK KELAPA MURNI SEBAGAI SURFAKTAN UNTUK ENHANCED OIL RECOVERY (EOR)
SYAMSUDDIN, S.SI, M.SI, Prof.Dr.A.H.Bambang Setiaji,M.Sc.
2017 | Disertasi | S3 KimiaPembuatan metil ester sulfonat dari minyak kelapa murni sebagai surfaktan untuk enhanced oil recovery (EOR) dalam rangka mempelajari kondisi optimum reaksi transesterifikasi metil ester. Menentukan kondisi optimum metode sulfonasi metil ester sulfonat melalui: variasi waktu, dan perbandingan mol. Mempelajari pengaruh variasi waktu sulfonasi dan perbandingan mol terhadap karakteristik surfaktan metil ester sulfonat. Proses transesterifikasi dilakukan dengan variasi waktu, persen katalis, dan kecepatan pengadukan yang optimum lalu dianalisis menggunakan instrumen kromatografi gas (GC). Proses sulfonasi dilakukan dengan metode pencampuran langsung antara metil ester dengan natrium bisulfit dan katalis aluminium oksida dengan memvariasikan waktu reaksi, dan perbandingan mol antara metil ester dengan natrium bisulfit. pemurnian dengan penambahan metanol dan proses penetralan dengan larutan NaOH sampai mencapai pH netral. Produk MES kemudian diuji dengan FT-IR untuk ilusidasi kimia, uji karakterisasi fisik juga dilakukan antara lain : viskositas, pengukuran densitas kestabilan emulsi, kandungan bahan aktif, tegangan atarmmuka dan permukaan. Hasil transesterifikasi diperoleh kondisi optimum pada lama reaksi 55 menit, pengadukan 500 rpm dan katalis basa sebanyak 2 % dengan hasil kadar metil ester laurat tertinggi ( 60,81%). Surfaktan MES diketahui dengan melihat adanya senyawa sulfonat yang teridentifikasi pada bilangan gelombang 1273; 365 dan 1458 cm-1. Kondisi terbaik yang menghasilkan MES dengan tegangan antarmuka terendah pada air formasi (6,97 x10-3 dyne/cm) dan pada air injeksi (2,55 x10-2 dyne/cm), tegangan permukaan terendah (32 dyne/cm), kandungan bahan aktif tertinggi ( 7,95 %), stabilitas emulsi tertinggi ( 97,275 %), viskositas tertinggi ( 30,42 cP), densitas tertinggi (0,9866 g/cm3), dicapai pada lama proses sulfonasi 4,5 jam, rasio mol reaktan 1:1,4. Surfaktan metil ester sulfonat dari minyak kelapa murni memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai salah satu surfaktan untuk enhanced oil recovery (EOR).
ABSTRAK PEMBUATAN METIL ESTER SULFONAT DARI MINYAK KELAPA MURNI SEBAGAI SURFAKTAN UNTUK ENHANCED OIL RECOVERY (EOR) Oleh Syamsuddin 09/294334/SPA/00262 Pembuatan metil ester sulfonat dari minyak kelapa murni sebagai surfaktan untuk enhanced oil recovery (EOR) dalam rangka mempelajari kondisi optimum reaksi transesterifikasi metil ester. Menentukan kondisi optimum metode sulfonasi metil ester sulfonat melalui: variasi waktu, dan perbandingan mol. Mempelajari pengaruh variasi waktu sulfonasi dan perbandingan mol terhadap karakteristik surfaktan metil ester sulfonat. Proses transesterifikasi dilakukan dengan variasi waktu, persen katalis, dan kecepatan pengadukan yang optimum lalu dianalisis menggunakan instrumen kromatografi gas (GC). Proses sulfonasi dilakukan dengan metode pencampuran langsung antara metil ester dengan natrium bisulfit dan katalis aluminium oksida dengan memvariasikan waktu reaksi, dan perbandingan mol antara metil ester dengan natrium bisulfit. pemurnian dengan penambahan metanol dan proses penetralan dengan larutan NaOH sampai mencapai pH netral. Produk MES kemudian diuji dengan FT-IR untuk ilusidasi kimia, uji karakterisasi fisik juga dilakukan antara lain : viskositas, pengukuran densitas kestabilan emulsi, kandungan bahan aktif, tegangan atarmmuka dan permukaan. Hasil transesterifikasi diperoleh kondisi optimum pada lama reaksi 55 menit, pengadukan 500 rpm dan katalis basa sebanyak 2 % dengan hasil kadar metil ester laurat tertinggi ( 60,81%). Surfaktan MES diketahui dengan melihat adanya senyawa sulfonat yang teridentifikasi pada bilangan gelombang 1273; 365 dan 1458 cm-1. Kondisi terbaik yang menghasilkan MES dengan tegangan antarmuka terendah pada air formasi (6,97 x10-3 dyne/cm) dan pada air injeksi (2,55 x10-2 dyne/cm), tegangan permukaan terendah (32 dyne/cm), kandungan bahan aktif tertinggi ( 7,95 %), stabilitas emulsi tertinggi ( 97,275 %), viskositas tertinggi ( 30,42 cP), densitas tertinggi (0,9866 g/cm3), dicapai pada lama proses sulfonasi 4,5 jam, rasio mol reaktan 1:1,4. Surfaktan metil ester sulfonat dari minyak kelapa murni memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai salah satu surfaktan untuk enhanced oil recovery (EOR)
Kata Kunci : Key words: Methyl ester sulfonate, interfacial tension, surface tension, surfactants emulsion stability