Laporkan Masalah

INTRA UTERINE FETAL DEATH (IUFD) DI KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR: PENDEKATAN SECARA KUALITATIF

MUZNA ATTHIYAH, dr. Mohammad Lutfi, SpOG(K).; dr. Detty Siti Nurdiati, MPH, PhD, SpOG(K).

2017 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Latar belakang: Kabupaten Ngada merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (urutan ke empat angka PMR tertinggi di Indonesia) dengan angka kejadian IUFD tahun 2015 37.2 per 1000 kelahiran. Tujuan: Mengetahui lebih dalam mengenai kejadian IUFD di kabupaten Ngada provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode: Pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam mengenai kejadian IUFD di kabupaten Ngada periode 2014-2015. Hasil: Penelitian ini melibatkan 20 responden, hasil transkrip wawancara dianalisis menggunakan open coding. Ditemukan sembilan tema. Tema pernikahan didapatkan sebagian besar ibu menikah dengan rata-rata usia ideal. Tiga diantaranya menikah usia >35 tahun. Tema fertilitas diantaranya persiapan kehamilan mencakup terpaksa atau belum siap dan kebiasaan prakonsepsi ke dukun dengan melakukan pijatan perut. Tema menstruasi berupa pengetahuan mengenai suklus dan budaya/adat selama menstruasi. Tema budaya dan tradisi selama hamil, dilihat saat kehamilan dan persalinan, berupa pemberian air doa dan upacara adat untuk memudahkan kehamilan dan persalinan. Tema kesadaran kehamilan, mencakup kontrol rutin ANC, dan kebiasaan memeriksakan kehamilan ke dukun. Pengetahuan tentang bahaya ibu dan janin selama kehamilan masih kurang. Tema dukungan selama hamil dirasakan oleh sebagian besar responden. Tema pengetahuan kematian janin dilihat dari kesadaran terkait gerakan janin yang berkurang merupakan pengalaman saat kejadian IUFD. Tema fasilitas kesehatan, kondisi geografis menyebabkan sulitnya perjalanan ke area perkotaan dengan fasilitas kesehatan yang lebih baik. Kesimpulan: Pengetahuan yang masih kurang dimulai dari kesehatan reproduksi hingga mempersiapkan kehamilannya dalam keadaan sehat secara fisik maupun psikis sampai dengan persalinan.

Background: Ngada district is part of East Nusa Tenggara Province (fourth highest PMR in Indonesia) with incidence of IUFD 37.2 per 1000 births. Objective: To determine about incidence intrauterine fetal death in Ngada district of East Nusa Tenggara province. Method: This study a qualitative approach with indepth interview about experiencing IUFD in Ngada district at period 2014-2015. Results: This study involved 20 respondents, the result of interview transcripts was analyzed using open coding. Found nine themes. Theme of marriage, get most of the mothers married with ideal age. Three affected by the age of 35 years. Themes of fertility are preparation to pregnancy and preconception habits often visit have traditional birthing attendants and have belly massage. Theme of menstruation are knowlage about menstruation and believe about menstruation. Themes around pregnancy are reflected during gestation and delivery. Tradition like giving-air doa and ceremonial to ease the pregnancy and delivery. Pregnancy awares is manifested with routine ANC, either in health facility or tabuu. Knowlage abouth harmfull thinks towards mother and baby is still lacking. Support during pregnancy are good enough. Mother often report like of baby movement prior to IUFD. Issue regarding health facility in geographical conditions hamper access to better health facility. Majority of delivery are conducted in hospital with various distance and long journey. Conclusion: A good knowledge of reproductive health needed for women to prepare her self physically and psychologically healthy for their pregnancy until delivery. To realize this, participation of government, especially paramedics, to provide facilities and skilled health for paramedics to decrease risk factor, family and community support in general in providing psychological support.

Kata Kunci : intrauterine fetal death, faktor risiko, perinatal mortality rate, intrauterine fetal death, risk factor, perinatal mortality rate


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.