Laporkan Masalah

PENGARUH SENTIMENT TERHADAP RETURN DAN VOLATILITY PASAR DI BURSA EFEK INDONESIA

AMBAR ROSIANA, Suad Husnan, M.B.A.,Ph.D.

2017 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN

Penelitian ini menguji pengaruh dari sentiment terhadap return dan volatility saham di Bursa Efek Indonesia. Survey Consumer Confidence Index (CCI) digunakan sebagai proksi untuk sentiment. Fundamental factor diuji terhadap sentiment untuk menangkap efek dari faktor rasional ataupun irasional pada sentiment. Jika fundamental factor berpengaruh terhadap sentiment maka sentiment yang terbentuk adalah sentimen yang rasional, sedangkan jika fundamental factor tidak berpengaruh terhadap sentiment maka sentiment yang terbentuk adalah sentimen yang irasional. Selanjutnya, setelah diketahui tipe dari sentiment yang terbentuk maka harus diuji pengaruhnya terhadap return dan volatility. Penelitian ini menggunakan metode analisis VECM dengan beberapa tahapan. Estimasi VECM digunakan untuk melihat hubungan jangka panjang dan hubungan jangka pendek dari model. Kemudian fungsi impulse response yang dihasilkan dari model digunakan untuk mengetahui pengaruh dari gerakan tak terduga dari variabel yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh yang ditimbulkan oleh fundamental factor terhadap sentiment cukup lemah sehingga sentiment yang terbentuk di Indonesia adalah sentimen yang irasional. Sentiment berpengaruh cukup lemah terhadap return. Pengaruh sentiment terhadap return hanya pada jangka panjang dan tidak mempengaruhi return pada jangka pendek. Sebaliknya, sentiment berpengaruh cukup kuat terhadap volatility. Sentiment mempengaruhi volatility pada jangka panjang dan tidak mempengaruhi volatility pada jangka pendek. Penelitian ini menunjukkan bahwa sentiment yang ada di Indonesia lebih mengarah ke sentimen irasional dan cenderung linier dengan volatility. Berbeda dari penelitian yang dilakukan sebelumnya bahwa sentiment merupakan hal yang rasional dan dapat meningkatkan return. Keterbatasan penelitian ini adalah data yang digunakan merupakan data agregat pasar (dengan IHSG) sehingga kurang spesifik digunakan untuk analisis saham pada tiap sektor. Temuan penelitian ini dapat membantu para pelaku pasar untuk menentukan strategi yang tepat pada perdagangan dengan sentimen pasar yang cenderung irasional. Selain itu, penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh akademisi guna menambah literatur mengenai keuangan keperilakuan.

This study examines the effect of sentiment on stock returns and volatility on the Indonesia Stock Exchange. The Consumer Confidence Index (CCI) survey is used as a proxy for sentiment. Fundamental factors are tested toward sentiment to capture the effects of rational or irrational factors on sentiment. If the fundamental factor influences sentiment, the sentiment is a rational sentiment, whereas if the fundamental factor does not affect sentiment, the sentiment is irrational sentiment. Furthermore, after the known type of sentiment is formed then it must be tested its effect on return and volatility. This research uses VECM analysis method with several stages. VECM estimates are used to see the long-term causality and short-term causality of the model. Then the impulse response function generated from the model is used to determine the effect of unexpected movement of the tested variable. The results showed that the effect caused by the fundamental factor on sentiment is weak so that the sentiment formed in Indonesia is an irrational sentiment. Sentiment has a moderately weak effect on return. The effect of sentiment on return is only long term and does not affect returns in the short run. Conversely, sentiment has a strong effect on volatility. Sentiment affects volatility in the long run and does not affect volatility in the short term. This study shows that the sentiment in Indonesia is more directed to irrational sentiments and tend to be linear with volatility. Different from previous research that sentiment is a rational thing and can increase return. The limitation of this research is that the data used is market aggregate data (with IHSG) so that less specific is used for stock analysis in each sector. The findings of this study can help market participants to determine the right strategy on trade with market sentiments that tend to be irrational. In addition, this research can be utilized by academics to add literature on behavior finance.

Kata Kunci : sentiment, return, volatility, fundamental factor, VECM