Laporkan Masalah

PELATIHAN KETERAMPILAN DASAR KONSELING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EFIKASI DIRI STAF WALI DI LAPAS

ENTHIN HERVINA, Dr. Neila Ramdhani, M.Si., M.Ed

2017 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Staf LAPAS, terutama Staf Wali yang mendapatkan tugas khusus untuk memberikan pendampingan kepada para Warga Binaan Pemasyarakatan atau WBP mempunyai peran yang sangat besar terhadap kesejahteraan fisik dan mental WBP. Tidak adanya pelatihan khusus yang diberikan kepada Staf Wali menjadi faktor yang diprediksi cukup mempengaruhi efikasi diri staf dalam menjalankan tugas sebagai seorang Wali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana Pelatihan Keterampilan Dasar Konseling dapat meningkatkan efikasi diri para Staf Wali di LAPAS. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen the untreated control group design with pre test and post test. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 21 orang Staf Wali LAPAS yang terdiri dari 10 orang sebagai kelompok eksperimen dan 11 orang sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis data kuantitatif dengan menggunakan Mann-Whitney U-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor efikasi diri kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (U=23.000; p<0.05). Pelatihan Keterampilan Dasar Konseling memberikan sumbangan efektif yang besar (0.513) terhadap efikasi diri Staf Wali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelatihan Keterampilan Dasar Konseling dapat meningkatkan efikasi diri Staf Wali di LAPAS.

Prison staff, especially correctional guardian staffs assigned specifically to provide guidance to the inmates plays an enormous role to the inmates physical and mental well-being. The absence of special training given to The Guardian Staff is a predictable factor that affects the staffs self-efficacy in performing ones duties as a guardian. The purpose of this study was to determine the extent to which Counseling Basic Skill Training can improve self-efficacy of the Guardian Staff in prison. The method used in this study was a quasi-experimental design called the untreated control group design with pretest and post-test. Subjects involved in this study were 21 correctional guardians prison (N=21) consisting of 10 people in an experimental group and 11 people in a control group. The results of a quantitative data analysis using Mann-Whitney U-test showed a significant difference in self-efficacy scores between the experimental group and the control group (U=23,000; p<0,05). The Counseling Basic Skill Training had a substantial effective contribution (0.513) to the guardians' self-efficacy. The results of this study indicated that Counseling Basic Skill Training was able to improve correctional guardians' self-efficacy.

Kata Kunci : Pelatihan Keterampilan Dasar Konseling, Efikasi diri Staf (Wali) LAPAS, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Counseling Basic Skill Training, Self-Efficacy, Prison Guardian Staff, Inmate

  1. S2-2017-339840-abstract.pdf  
  2. S2-2017-339840-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-339840-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-339840-title.pdf