Laporkan Masalah

THE UTILIZATION OF ONFARM RESERVOIR FOR COMMUNITY DEVELOPMENT

RAHMAT, Prof.Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai.,S.Si.,M.Sc

2017 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Membangun embung merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi masalah kekeringan yang sudah dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Namun dalam pelaksanaan pembangunan embung belum mempertimbangkan aspek-aspek yang sesuai dengan lokasi pembangunannya termasuk aspek fisik, manusia dan sistem. Dengan tujuan menemukan model pengelolaan yang sesuai, penelitian ini mengidentifikasi dampak, respon dan adaptasi pendayagunaan embung serta merekomendasikan model pengelolaan embung yang sesuai sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dalam kerangka studi Manajemen Infrastruktur dan Pembangunan Masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan daerah dengan curah hujan kurang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif berupa data hasil kuisioner, observasi dan dokumentasi dilapangan. Masing-masing lokasi menerima pertanyaan yang sama terkait dengan variabel sosial, ekonomi dan pengelolaan untuk melihat model pengelolaan yang lebih baik. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat dua karakteristik yang berbeda pada subjek penelitian yang cukup berpengaruh terhadap pendayagunaan embung, dimana kedua lokasi penelitian masing-masing didominasi oleh pekerja tunggal dan pekerja ganda. Model Pengelolaan embung yang berbasis pekerja tunggal memberikan dampak yang sangat baik pada variabel pengelolaan karena mereka memiliki waktu cukup dan memberikan prioritas tinggi terhadap embung. Pada variabel sosial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan baik pada indikator keguyuban maupun konflik. Pada variabel ekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan karena mereka cenderung menggantungkan sumber pendapatannya hanya pada pertanian dan perikanan. Model Pengelolaan embung yang berbasis pekerja ganda, variabel pengelolaan juga lebih baik, yang paling signifikan adalah pada variabel ekonomi, dengan terbukanya peluang kerja baru seperti pariwisata dan peternakan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan serta variabel sosial yang memberikan pengaruh signifikan terutama pada indikator adaptasi masyarakat terhadap peluang kerja baru dan konflik meskipun mereka berlatar belakang sebagai individu yang memiliki ragam aktivitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, model pengelolaan embung yang berbasis pekerjaan ganda memberikan manfaat yang lebih baik dari pada yang berbasis pekerja tunggal karena memberi dampak yang signifikan pada sektor ekonomi. Studi ini menunjukkan bahwa pengelolaan embung berbasis pekerja ganda merupakan salah satu alternatif pengelolaan yang lebih baik dalam usaha meningkatkan pendapatan dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Onfarm reservoir is one of many alternatives in addressing water supply issues during dry season so the local community can continue generate income from farming activities. However, the implementation of building and managing onfarm reservoir still need to consider various aspects based on the location, which include aspect on physical infrastructure, human and system. In search for the ideal management model for onfarm reservoir, this research identifies the impacts, responds and adaptations from the utilization of onfarm reservoir, as well as recommends how to ideally manage the onfarm reservoir. This study, conducted as part of Management of Infratsructure and Community Development study framework, focuses on onfarm reservoir built in Gunung Kidul sub-district and Kulon Progo sub-district, in Yogyakarta Special Province. Both location has been selected due to their characteristic of areas with less rainfall rate. The methods used in this study is descriptive analisys of primary data (result of questionnaire, field observation and documentation). Each location was given same questions related to social, economy and management variables to find the best management model. This study finds that there are two unique characteristics of the research subjects, which is quite influential on the utilization of onfarm reservoir. One onfarm reservoir is utilized mainly by single-occupational users, while the other onfarm reservoir benefits multi-occupational users. Onfarm reservoir utilized and managed by single-occupational users shows good result on the management variable as the users have enough time and high priority for the onfarm reservoir. However, it does not show considerable influence on the social variable, both on conflict or community indicator. In addition, it also does not influence the economy variable significantly, as most of the users depending their incomes only on farming and fisheries activities. The case is different for onfarm reservoir utilized and managed by multi-occupational users. The management variable shows better result, and more importantly the economy variable also shows significant improvement as this management model provides new job opportunity for income generation, not only from farming sector but also for eco-tourism sector. This brings good impact on social variable, especially on the community’s adaptation indicator to new opportunities and conflicts even though the users are individuals with diverse backgrounds and activities. This study conludes that, onfarm reservoir based on multi-occupational user management model brings more benefit rather than the single-occupational user management model. Thus, the study recommends that onfarm reservoirs is best managed by users with multi-occupation as it will bring direct impact on the increase of income and sustainable development.

Kata Kunci : management, onfarm reservoir, impact, respond and adaptation.

  1. S2-2017-374004-abstract.pdf  
  2. S2-2017-374004-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-374004-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-374004-title.pdf