Dinamika Gerakan ForBALI dalam Proses Advokasi #BaliTolakReklamasi Teluk Benoa selama 2013 -2015
VIDYANTO PURUSADHI, Drs. Muhammad Supraja, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIReklamasi, Pembangunan, dan Pariwisata, 3 kata yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain jika kita membicarakan Bali. Rencana pembangunan yang akan berlangsung di Bali belakangan ini menjadi sorotan media selain liputan khusus mengenai perkembangan pariwisatanya. Hal ini berawal dari kemunculan rencana reklamasi Teluk Benoa. Rencana ini muncul sebagai respon akan adanya Perpres 32/2011 yang membahas mengenai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 - 2025. Rencana reklamasi ini dieksekusi oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional setelah ada perjanjian yang dibuat dengan Pemerintah Provinsi Bali. Rencana yang menjadi bentuk kerjasama Pemerintah Provinsi dan Investor ini mendapat repon yang berbentuk resistensi dari masyarakat. Pada awalnya penolakan bersifat sporadic karena yang menolak hanyalah kelompok tertentu sampai pada akhirnya lahir ForBALI yang menjadi wadah dari perjuangan menolak rencana reklamasi ini. ForBALI juga dapat dianggap sebagai respon masyarakat Bali terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Perkembangan massa yang dialam ForBALI juga menjadi sorotan utama dalam penelitian ini. Dalam memahami dinamika yang dialami oleh ForBALI konsep mengenai gerakan sosial yang ditawarkan oleh John McCarthy dan Mayer Zald dapat menjadi alternatif. Konsep yang ditawarkan oleh John McCarthy dan Mayer Zald menitik beratkan peran organisasi dalam gerakan sosial. Selain mengenai mobilisasi sumber daya, penelitian ini juga membaca advokasi yang dilakukan oleh ForBALI melalui bagan kerja arus advokasi yang pernah dibuat oleh Mansour Faqih Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika yang terjadi dalam internal ForBALI mengalami belum mencapai titik kulminasinya karena sampai saat ini advokasi yang dilakukan belumlah selesai. Dinamika yang terjadi juga menyentuh aspek massa aksi yang tiap tahun semakin lengkap dan bertambah. Dalam melakukan advokasinya ForBALI juga mendapat dukungan dari masyarakat dunia baik nasional maupun internasional dalam berbagai macam bentuk. Dalam melakukan advokasinya ForBALI juga menggunakan platform alternatif seperti Facebook, Twitter dan Change.org Pemanfaatan platform alternatif juga dijelaskan dalam tulisan ini. Terakhir juga dijelaskan bagaimana proses advokasi yang sesungguhnya belum seleai dan mendapat kesimpuan bahwa ForBALI dalam mengawal #BaliTolakReklamasi masihlah on-going process.
Reclamation , development , and tourism are 3 word cannot be separated one to another if we are talking about Bali. Development plans to be held in bali recently getting special attention from mass media especially about the tourism development. This special attention started when the of gulf Benoa development came to surface. This plan appear in response to the Perpres 32 / 2011 that discusses Masterplan of Acceleration and Expansion of Indonesian Economic Development 2011 - 2025. The plan is executed by PT Tirta Wahana Bali International after the agreements with the Bali Provincial Governement. A plan that became the form of cooperation between the provincial government and this investor gets many shaped of response, including resistance from the public. Initially resistance from the public is spatially sporadic because they who refuse the plan are just certain groups until eventually ForBALI born and became a core of struggle that refuses this reclamation plan. ForBALI may also be regarded as the local community that response to the plan of construction of Benoa Gulf. The main interest of this research is the mass growth that refuses the plan whose joined ForBALI. In order to understand the dynamics growth that ForBALI experienced, the concept about social action offered by John McCarthy and Mayer Zald can be alternative. The concept of dynamics growth offered by John McCarthy and Mayer Zald emphasises the role of organization in social action. Besides about mobilization of power resources , the research also read advocacy done by ForBALI through advacay flow chart made by Mansour Faqih The result showed that the dynamics of occurring in internal forbali experienced has not yet reached the point of culmination because until now the advocacy they done haven't finished. The dynamics there were also touched the mass action every year are complete and increased. In order to advocate thus issue ForBALI is supported by the world community both national and international. In doing this ForBALI also use platform alternative like Facebook, Twitter and Change.org. The use of alternative platform also described in this paper .The latter also explain how a real advocacy not finished and received conclusion that ForBALI in protecting Benoa Gulf through #BaliTolakReklamasi still an on-going process.
Kata Kunci : Advokasi, ForBALI, #BaliTolakReklamasi, Mobilisasi Sumber Daya