Laporkan Masalah

Radicalisation and Gender-based Relation Seen in Women Participation in Islamic Movements: A Case Study of Java, Indonesia

APRILINE WIDANI, Dr. M. Iqbal Ahnaf

2017 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Meningkatnya partisipasi perempuan dalam gerakan Islam berkaitan dengan meningkatnya kekerasan dan ekstrimisme di Indonesia. Disatu sisi, partisipasi perempuan dalam gerakan Islam dipandang sebagai suatu proses negosiasi untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup baru yang dihasilkan oleh masyarakat sekuler dan dipandang sebagai peran ideal bagi wanita Indonesia. Dengan memiliki kewajiban moral untuk berpartisipasi dalam membangun nilai-nilai Islam dengan memasukkan unsur kesalehan, aktif di publik, dan anti kolonialisme. Sementara itu, ajaran agama Islam yang menganut faham fundamentalis telah menghasilkan pendangan intoleransi terhadap pemeluk agama lain dan mendorong anggotanya untuk mendukung dan melakukan kekerasan. Selanjutnya, gerakan Islam juga bertujuan untuk menerapkan hukum Syariah sebagai solusi untuk memerangi ketidakadilan, kemiskinan, dan ketidaksetaraan dalam demokrasi di Indonesia. Penelitian ini mencakup penelitian lapangan singkat di Cirebon, Yogyakarta, Pekalongan dan Jakarta untuk mewawancara 5 wanita yang merupakan anggota aktif gerakan Islam, 3 wanita mantan anggota gerakan Islam dan 4 ahli dalam isu gerakan Islam dan gender. Gerakan Islam dalam studi ini mencakup, HTI, PKS/Tarbiyah, Salafi/Wahabi, gerakan di masjid Baiturrahman, Surabaya dan GAPAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam metodologi ilmu sosial dan menggunakan studi literatur untuk membantu menganalisis. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dua isu: radikalisasi dan gender. Pertama, penelitian ini akan menggunakan teori dari Quintan Wiktorowicz tentang empat proses utama yang membuat seseorang berpartisipasi dalam gerakan radikal dan terlibat secara aktif didalamya. Keempat proses tersebut yaitu, cognitive opening, religious seeking, frame alignment dan socialisation and joining. Dari keempat proses tersebut, studi ini akan membahas mengenai proses mana yang membuat wanita biasanya teradikalisasi dalam gerakan Islam. Kedua, penelitian ini akan mendiskusikan isu perempuan dalam partisipasi perempuan di gerakan Islam dengan melihat keterlibatan perempuan dalam kegiatan dakwah. Dari aktivitas dakwah tersebut, penelitian ini akan menunjukkan sejauh mana hubungan yang berbasis kesetaraan diterapkan dalam gerakan Islam. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan dalam studi ini teradikalisasi dalam proses frame alignment, dan isu perempuannya yaitu perempuan dalam kelompok radical ini tidak dapat mendapatkan posisi sebagai pemimpin. Penelitian ini memberikan kontribusi pada studi radikalisasi dan kesetaraan gender dalam masyarakat Islam di Asia Tenggara dan reformasi hukum Islam yang sesuai dengan konteks budaya.

The increase of women participation in Islamic movements is linked to the rise of violence and extremism in Indonesia. On one hand, womens participation in Islamic movements is viewed as a process of negotiation to adapt with a new lifestyle produced by a secular society and seen as an ideal role of women in Indonesia. It is through having moral obligation to participate in establishing Islamic values by incorporating piety, publicly active and anti colonialism. While on the other hand, Islamic fundamentalist teachings have produced religious intolerance views against other beliefs lead its members to support and commit violence. Furthermore, the Islamic movements also aimed to implement Sharia law as a solution to fight against injustice, poverty and inequality in the Indonesian democracy. This study includes a short field work in Cirebon, Yogyakarta, Pekalongan and Jakarta which encompases interviews with 5 women who are active members in Islamic movements, 3 women who are ex members of Islamic movements and 4 experts concerns on the issue of Islamic movements and gender in Indonesia. The Islamic movements in this study are HTI, PKS/Tarbiyah, Salafi/Wahabi, Baiturrahman mosque in Surabaya and GAPAS. This study shall use a qualitative method in social science methodology and rely on analysis of secondary sources of literature studies. This study seeks to discuss two issues, notably; radicalisation and gender. Firstly, this study shall examine Quintan Wiktorowicz theory on the four key processes of an individual being to join a radical movement and persuaded to become actively involved. The four key processes namely; cognitive opening, religious seeking, frame alignment and socialisation. From those four key processes, this study shall examine which key process that radicalises women in Islamic movements. Secondly, women issues are explored within the movements through women involvement in dakwah activities. This study finds that women in this study are radicalised in the process of frame alignment, and women issues are basically women cannot inherit the position of leadership. This study shall contribute to the study of radicalisation and gender equality within Islamic societies in Southeast Asia and reform Islamic law in accordance to a culture context.

Kata Kunci : Islamic movements, women, radicalisation, gender, Indonesia

  1. S2-2017-356625-abstract.pdf  
  2. S2-2017-356625-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-356625-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-356625-title.pdf