Laporkan Masalah

EVALUASI DAMPAK PROGRAM KELUARGA HARAPAN TERHADAP KONSUMSI SUPLEMEN ZAT BESI PADA IBU HAMIL DI INDONESIA

NUR AFIYAH MAIZUNATI, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Evaluasi pelaksanaan Millenium Development Goals (MDGs) di Indonesia masih menyisakan permasalahan khususnya terkait stagnasi penurunan angka kematian ibu. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah faktor anemia pada ibu hamil. Pada beberapa populasi, 80% ibu hamil mengalami anemia dengan risiko terbesar pada perempuan dari kelompok sosial ekonomi rendah (miskin) dan remaja. PKH diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui perubahan perilaku keluarga miskin di bidang pendidikan dan kesehatan. Sebagai bentuk mitigasi anemia pada ibu hamil pada kelompok masyarakat miskin, salah satu komitmen yang harus dipenuhi oleh penerima manfaat PKH adalah kewajiban melakukan kunjungan prenatal minimal empat kali selama kehamilan dan menerima suplementasi zat besi di fasilitas kesehatan terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak PKH terhadap konsumsi suplemen zat besi pada ibu hamil penerima manfaat program dan mengkonfirmasi hasil evaluasi dampak PKH oleh World Bank di tahun 2011 yang tidak menemukan bukti signifikan peningkatan konsumsi suplemen zat besi meski di satu sisi terdapat peningkatan kunjungan prenatal yang signifikan. Melalui metode propensity score matching pada data IFLS gelombang 5, penelitian ini menghasilkan bukti empiris bahwa PKH secara signifikan memberikan dampak terhadap konsumsi suplemen zat besi selama kehamilan pada ibu hamil penerima manfaat program rata-rata sebesar 96 tablet lebih tinggi dibandingkan ibu hamil non peserta PKH. Kata kunci: dampak, anemia, PKH, PSM, suplemen zat besi

Evaluation of the implementation of Millennium Development Goals (MDGs) in Indonesia still leaves the problem particularly related to the stagnation of maternal mortality rate. The Ministry of Health noted that the main cause of maternal mortality in Indonesia is maternal anemia factor. In some populations, 80% of pregnant women experiencing anemia with the greatest risk to women from low socioeconomic (poor) and adolescent groups. Family Hope Program (PKH) is implemented to improve the poor family�¢ï¿½ï¿½s quality of life through behavior changes in education and health. As a form of maternal anemia mitigation from the poor, one of the commitments that PKH beneficiaries must meet is the obligation to conduct prenatal visits at least four times during pregnancy and receive iron supplementation at the nearest health facility. This study aims to determine the impact of PKH on the consumption of iron supplements in pregnant women beneficiaries and confirm the results of PKH impact evaluation by the World Bank in 2011 that found no significant evidence related to increased consumption of iron supplements in pregnant women of PKH beneficiaries although there was a significant increase in prenatal visits. Through the propensity score matching method on IFLS wave 5 data, this study yielded empirical evidence that PKH significantly impacts on iron supplement consumption during pregnancy in pregnant women beneficiaries 96 tablets on average higher than pregnant women from non-beneficiaries of PKH. Keywords: impact, iron supplement, PKH, anemia, propensity score matching

Kata Kunci : dampak, anemia, PKH, PSM, suplemen zat besi

  1. S2-2017-402178-abstract.pdf  
  2. S2-2017-402178-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-402178-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-402178-title.pdf