EFISIENSI PRODUKSI RUMPUT LAUT DI KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA
BANYURIATIGA, Prof.Dr.Ir.Dwidjono HAdi Darwanto.,M.S ; Dr.Ir.Lestari Rahayu Waluyati.,M.P.
2017 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui faktor yang mempengaruhi produksi rumput laut di Kota Tarakan (2) mengetahui tingkat efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi yang diperoleh petani rumput laut di Kota Tarakan dan (3) mengetahui tingkat inefisiensi teknis dan inefisiensi ekonomi rumput laut di Kota Tarakan. Sejak tahun 2009 hampir sebagian besar nelayan di pesisir Pantai Amal beralih menjadi petani rumput laut karena menyadari rumput laut lebih menguntungkan dan mudah untuk dibudidayakan. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja atau purposive sampling. Pemilihan sampel untuk responden petani rumput laut dilakukan dengan metode simple random sampling sebanyak 100 petani rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor produksi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi rumput laut di Tarakan adalah luas kavlingan, bibit, pengalaman usahatani dan tingkat pendidikan. Rata-rata tingkat efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi petani rumput laut di Kota Tarakan secara umum adalah 0,84;0,20;0,22. Rata-rata tingkat efisiensi teknis pada lokasi aman dan tidak aman masing-masing adalah 0,87 dan 0,82. Rata-rata tingkat efisiensi alokatif pada lokasi aman dan tidak aman masing-masing adalah 0,23 dan 0,25. Rata-rata tingkat efisiensi ekonomi pada lokasi aman dan tidak aman keduanya adalah 0,20. Faktor yang dapat mengurangi inefisiensi teknis adalah pengalaman usahatani. Pengalaman usahatani dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan inefisiensi ekonomi.
This research aims to: (1) know the factors that influence seaweed production in Tarakan (2) to know the level of technical, allocative and economic efficiency obtained by seaweed farmer in Tarakan and (3) to know the level of technical inefficiency and economic inefficiency of seaweed In Tarakan. Since 2009, most of the fishermen on the coast of Amal turned into seaweed farming which is more profitable and easier to cultivate. The basic method used in this research is descriptive method while location of the study determined by intentional or purposive sampling. The sample selection for seaweed farmer respondents was using simple random sampling of 100 seaweed farmers. The result of research shows that production factors that have positive and significant effect on seaweed production in Tarakan are cavlingan area, seedlings, farming experience and education level. The average technical, alocative and economic efficiency of seaweed farmers in Tarakan City is generally 0.84, 0.20, 0.22. Average technical efficiency levels at safe and unsafe locations are 0.87 and 0.82 respectively. Average levels of allocative efficiency at safe and unsafe locations are 0.23 and 0.25, respectively. The average level of economic efficiency at both safe and insecure locations is 0.20. Factors that can reduce technical inefficiency are farming experiences. Farming experience and educational level have a positive and significant effect on improving economic inefficiency.
Kata Kunci : alokatif, efisiensi, ekonomi, rumput laut, teknis