PERBAIKAN KINERJA PRODUKSI, KARKAS, DAN DAGING KAMBING KACANG
RR RETNO ADIWINARTI, Prof. Ir. I Gede Suparta Budisatria, M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA.; Ir. Rusman, M.P., Ph.D.
2017 | Disertasi | S3 Ilmu PeternakanKambing Kacang merupakan kambing lokal Indonesia yang unggul karena prolific dan daya adaptasinya tinggi, namun di tingkat peternak produktivitasnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dasar status nutrisi dan kinerja produksi kambing Kacang hasil pemeliharaan peternak secara tradisional dengan cara digembalakan dengan pakan hijauan (penelitian tahap I) dan meningkatkan kualitas pakan yang diberikan dengan tambahan sumber protein (penelitian tahap II), sehingga diharapkan akan meningkatkan kinerja produksi, karkas, dan dagingnya. Konsumsi pakan ternak yang digembalakan diperhitungkan menggunakan data kecernaan BK (dengan lignin sebagai internal marker) dan jumlah keluaran feses per hari (Penelitian I). Upaya peningkatan produktivitas kambing Kacang dilakukan dengan pemberian pakan tambahan sumber protein yang berbeda degradasi dalam rumen berupa tepung ikan (T1), soybean meal/SBM (T2), SBM 50% terproteksi 1% formaldehid (T3), SBM 100% terproteksi 1% formaldehid (T4) dalam bentuk total mixed ration/TMR (Penelitian Tahap II). Produktivitas kambing Kacang yang dipelihara peternak rendah (pertambahan bobot badan/PBBH - 26,2 hingga 53,6 g, meat:bone ratio 2,2), karena ternak yang digembalakan mempunyai status nutrisi yang rendah, namun rasio polyunsaturated fatty acids/PUFA:saturated fatty acids/SFA pada otot Bicep femoris relatif baik yaitu 0,3 (hasil penelitian tahap I). Apabila pemberian pakan rumput lapangan sebagai pakan tunggal (T0RL penelitian Tahap II) diberikan dalam jumlah yang memenuhi kebutuhan, maka produktivitasnya meningkat (PBBH: 35,1 hingga 48,0 g, meat:bone ratio 3,5). Pemberian pakan tambahan sumber protein pada penelitian tahap II dapat meningkatkan produktivitas kambing Kacang dengan rata-rata PBBH: 42,8 hingga 91,7 g, meat:bone ratio 3,5 hingga 4,2 serta kualitas fisik dan kimia daging yang relatif sama, bahkan kandungan lemak daging lebih rendah. Pakan terbaik untuk meningkatkan kinerja kambing Kacang adalah pakan TMR yang mengandung SBM tanpa diproteksi (T2). Kata kunci: Daging, PBBH, Kualitas daging, SBM, Tepung ikan
Kacang goat is a local Indonesian goat that is superior because it is prolific and adaptable, but its productivity is low. The aim of this research was to obtain basic data of nutritional status and performance of grazing goats without additional concentrate reared by farmer with traditional management system (research phase I) and improving feed quality using additional protein source (research phase II), so it was expected to increase the performance, carcass and chevon production. Feed intake of grazed goat was calculated using dry matter digestibility data (using lignin as internal marker) and the fecal output per day (Research I). Efforts to increase the productivity of goat were done by using fish meal (T1), soybean meal/SBM (T2), 50% protected SBM with 1% formaldehyde (T3), and 100% protected SBM with 100% formaldehyde (T4) in the form of total mixed ration/TMR (Research Phase II). The productivities of goats reared by farmers were low (the average daily gain/ADG - 26.2 to 53.6 g, meat: bone ratio 2.2), because grazing goats had low nutritional status, but the ratio of polyunsaturated fatty acids/PUFA:saturated fatty acids/SFA in Bicep femoris muscle was relatively good 0.3 (research result of phase I). If field grass as a single feed (T0RL in Phase II study) was given as the requirement, then its productivity increased (ADG: 35.1 to 48.0 g, meat: bone ratio 3.5). Increasing feed quality in the second phase of the study could increase the productivity of Kacang goat with an average of ADG: 42.8 to 91.7 g, meat: bone ratio of 3.5 to 4.2 and produced relatively similar chevon physical and chemical quality, even having low-fat meat content. The best feed to improve the performance of Kacang goat was a TMR feed containing SBM (T2). Keywords: ADG, Chevon quality, Fish meal, Meat, SBM
Kata Kunci : Daging, PBBH, Kualitas daging, SBM, Tepung ikan