Laporkan Masalah

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TENTANG KEKERASAN SAAT PACARAN/ DATING VIOLENCE TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA SMA NEGERI 3 SALAHUTU, MALUKU TENGAH

YAUMULARINAH, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., SpOG(K).; dr. Shinta Prawitasari, SpOG(K), M.Kes.

2017 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Latar Belakang: Berdasarkan survei Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2010, angka seks bebas remaja di seluruh kota besar di Indonesia melampaui angka 50%. Tingkat pengetahuan remaja sangat mempengaruhi kesehatan reproduksi remaja. Masalah yang terkait dengan seksualitas adalah adanya kehamilan yang tidak diinginkan, kekerasan seksual, HIV dan AIDS, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan eksploitasi seksual. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi tentang kekerasan saat pacaran/ dating violence terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja SMA Negeri 3 Salahutu, Maluku Tengah. Rancangan penelitian: Metode eksperimental semu (quasi experimental). Bahan dan cara penelitian: Sembilan puluh responden sebagai subyek penelitian ini, 3 responden tereksklusi, sehingga jumlah total responden yang mengikuti penelitian 87 responden. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan reproduksi tentang kekerasan saat pacaran/ dating violence. Desain penelitian adalah one group pretest dan posttest. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan 16 pertanyaan pengetahuan dan 11 pernyataan sikap yang dinyatakan sahih dan andal melalui korelasi Pearson. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon, uji korelasi Spearman, uji Mann-Whitney, uji KruskalWallis dan uji regresi linier berganda. Hasil: Dari hasil penilaian pretest dan posttest setelah dilakukan uji Wilcoxon didapatkan hasil bahwa pemberian penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan (p=0,00) tetapi tidak memberikan hasil yang bermakna terhadap sikap (p=0,49). Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur, kelas, jenis kelamin dan sumber informasi dengan peningkatan pengetahuan (p>0,05), akan tetapi terdapat hubungan yang bermakna antara kelas terhadap peningkatan skor sikap (p=0,02) dengan korelasi positif. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan reproduksi tentang kekerasan saat pacaran dapat meningkatkan pengetahuan tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan sikap.

Background: Based on survey of National Family Planning Board (BKKBN) in 2010, a number of adolescent free sex in the whole capital city in Indonesia got beyond in 50%. The level of adoslescent knowledge was greatly influence adoslescent reproductive health. The related issues of sexuality were unwanted pregnancy, sexual violence, HIV and AIDS, domestic violence, and sexual exploitation. Objective: To know the effect of reproductive health education about dating violence to the level of knowledge and attitude of adolescent High School at SMA negeri 3 Salahutu, Maluku Tengah. Methods: Quasi Experimental. Ninety respondents as the research subjets, 3 respondents was excluded, so total respondents who were following the research were 87 respondents. The intervention was reproductive health education about dating violence. The design was one group pretest and posttest. Questionnaire was used for the research instrument, consists of 16 question for knowledge and 11 question for attitude which was valid and reliable question due to Pearson correlation test. The statistical tests used were Wilcoxon, Mann-Whitney, Spearman correlation, Kruskal-Wallis and multiple regression analysis. Results: the result that giving counseling was the effective method to improve level of knowledge (p=0.00), but could not give the meaningful result to attitude (p=0.49). There was no significant relation between age, class, gender, and information resource with increase the level of knowledge (p>0.05), however there was a significant relation between class and increases the level of attitude (p=0.02) with positive correlation. Conclusion: Reproductive health education about dating violence can improve the level of knowledge, but it does not give influence in improvement of attitude.

Kata Kunci : kesehatan reproduksi, remaja, dating violence, reproductive health, adolescent, dating violence.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.