Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam Pengawasan Pengelolaan Aset Tetap di Kabupaten Karanganyar
ESTETIKA MUTIARANISA, Ratna Nurhayati, S.E., M.Com., Ak., CA., Ph.D.
2017 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi peran Inspektorat Kabupaten Karanganyar selaku APIP dalam melaksanakan fungsinya sebagai quality assurance dan konsultan terkait pengelolaan aset tetap mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan; dan 2) menganalisis penyebab belum optimalnya peran Inspektorat Kabupaten Karanganyar dan kendala yang dihadapi dalam melakukan pengawasan internal terkait pengelolaan aset tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan pada Inspektorat Kabupaten Karanganyar. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa pelaksanaan pengawasan atas pengelolaan aset tetap yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Karanganyar belum dilakukan secara maksimal. Pemeriksaan atas pengelolaan aset tetap belum dilakukan secara menyeluruh. Program Kerja Pemeriksaan (PKP) juga belum disusun secara terperinci dan mencakup keseluruhan tahapan kegiatan dalam pengelolaan aset tetap. Pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Karanganyar lebih menekankan pada pemeriksaan reguler dibandingkan dengan bentuk kegiatan pengawasan yang sifatnya pembinaan dan early warning system. Selain itu, jumlah dan kompetensi SDM serta durasi pemeriksaan juga dinilai masih kurang.
The objectives of this research are: 1) to identify the role of the Inspectorate of Karanganyar as the APIP in implementing its function as the quality assurance and consultant for the local fixed asset management and 2) to analyze the causes of why the role of the Inspectorate of Karanganyar has not been optimal and what constraints have been encountered in the implementation of the fixed asset management related to the internal supervision. This research employed a qualitative approach with case study design conducted in the Inspectorate of Karanganyar Regency. The data were collected through in-depth interviews, documentation, and observations. The results of the research show that the implementation of the supervision on the fixed asset management done by the Inspectorate of Karanganyar Regency has not been maximal, and the fixed asset management audit has not been thoroughly carried out. The Audit Work Program (PKP) has not been prepared in detail and has not covered all phases of the activities in the fixed asset management. The audit or inspection conducted by the Inspectorate of Karanganyar Regency emphasized more on the reguler audit than on the forms of supervisory activities such as nurturing and building early warning system. Furthermore, the number of human resources, their competencies, and the duration of audit or inspection are considered insufficient.
Kata Kunci : APIP, inspektorat, pengelolaan aset tetap, pengelolaan BMD, pemerintah