Laporkan Masalah

EVALUASI PENDOSISAN ANTIBIOTIK UNTUK TERAPI PNEUMONIA PADA PASIEN SINDROM NEFROTIK PEDIATRI DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA

RIFQI PUSPASARI R D, Prof. Dr. DJOKO WAHYONO, SU., Apt; Dr. IKA PUSPITA SARI, M.Si., Apt

2017 | Tesis | S2 Magister Farmasi Klinik

Sindrom nefrotik merupakan suatu gangguan ginjal yang paling banyak di temui pada anak. Pneumonia sebagai salah satu infeksi yang terjadi pada pasien anak dengan sindrom nefrotik, pengobatan utama untuk pneumonia yaitu agen antibiotik. Beberapa antibiotik ekskresinya cukup signifkan dipengaruhi oleh ginjal sehingga perlu dilakukan pemantauan fungsi ginjal pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas pendosisan antibiotik pada pasien pneumonia pediatri dengan sindrom nefrotik dan hubungannya dengan clinical outcome di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian cohort retrospektif, data yang dianalisis adalah data rekam medik pasien sindrom nefrotik pediatrik yang mengalami pneumonia pada periode Januari 2009 sampai dengan Desember 2016 yang menjalani rawat inap di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta dan memenuhi kriteria inklusi. Analisis yang digunakan adalah Chi square untuk melihat hubungan antara rasionalitas pendosisan dengan clinical outcome. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah 15 pasien, dan jumlah kasus penggunaan antibiotik adalah 38 kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 kasus terdapat 47,4% (18 kasus) penggunaan antibiotik yang rasional dan 52,6% (20 kasus) yang tidak rasional. Penggunaan antibiotik yang rasional pada 18 kasus menunjukkan clinical outcome yang membaik pada 14 kasus (36,8%) dan tidak membaik pada 3 kasus (7,9%) sedangkan 20 kasus penggunaan yang tidak rasional menunjukkan clinical outcome yang membaik pada 3 kasus (7,9%) dan tidak membaik pada 17 kasus (44,7%). Berdasarkan analisis statistik Chi square hubungan antara rasionalitas pendosisan dengan clinical outcome diperoleh nilai p=0,000 hasil analisis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara rasionalitas pendosisan dengan clinical outcome.

Nephrotic syndrome is a kidney damage that is most found in children. Pneumonia is one of the infections experienced by children with nephrotic syndrome, the main medication for pneumonia is antibiotic agent. Some antibiotics that have significant excretion are influenced by kidney so that it needs to be a monitoring of kidney function in patient. The objectives of the study were to find out the rationality of antibiotic dosage for pediatric pneumonia on nephrotic syndrome and its relationship on the clinical outcome at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. The study was retrospective cohort study. Analyzed data was medical record of pediatric nephrotic syndrome with pneumonia, in hospitalized at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta and having inclusion criteria from January 2009 to December 2016. The data was analyzed by chi square to find out the relationship between the dosage rationality and clinical outcome. The number of patient having inclusion criteria was 15 patients. There were 38 cases of the antibiotic use. The result of the study showed that there were 47.4% (18 cases) of rational antibiotic use and 52.6% (20 cases) of irrational antibiotic use. The rational antibiotic use in 18 cases stated that there were 14 cases (36.8%) of improved clinical outcome and 3 cases (7.9%) of unimproved one. In addition, 20 cases of the irrational antibiotic use indicated that there were 3 cases (7.9%) of improved clinical outcome and 17 cases (44.7%) of unimproved clinical outcome. Based on the chi square analysis, it showed that there was the relationship between the dosage rationality and clinical outcome with p=0,000; it means that there was a statistically significant relationship between the dosage rationality and clinical outcome.

Kata Kunci : Sindrom Nefrotik, Pneumonia, Pediatri, Evaluasi Pendosisan, Clinical Outcome

  1. S2-2017-387498-abstract.pdf  
  2. S2-2017-387498-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-387498-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-387498-title.pdf