Laporkan Masalah

Tinjauan Kelayakan Rencana Lokasi Tempat Evakuasi Sementara Akibat Bencana Tsunami di Teluk Kuta Lombok Tengah

ADI MAWARDIN, Prof. Ir. Radianta Triatmadja, Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, CES., DEA.

2017 | Tesis | S2 TEKNIK PENGELOLAAN BENCANA ALAM

Teluk Kuta memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Tahun 1977 terjadi tsunami yang mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang cukup besar sehingga memerlukan upaya mitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tiba, tinggi run up tsunami, dan area jangkauan tsunami sehingga dapat menentukan rencana lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES). Simulasi penjalaran gelombang tsunami menggunakan program TUNAMI modified (beta version) dengan 3 skenario variasi magnitude gempa bumi yaitu Mw=7,7; Mw=8,1; dan Mw=8,3 serta simulasi berdasarkan kejadian tsunami akibat gempa bumi di Sumba tahun 1977 dengan Mw=7,9. Survei lapangan, penyebaran kuisioner, dan wawancara digunakan dalam menentukan parameter input data dalam Simulasi Evakuasi Tsunami (SET) menggunakan program EVACUWARE version 1.0 tahun 2011. Hasil simulasi penjalaran gelombang tsunami didapatkan waktu tiba tsunami di sekitar Teluk Kuta mulai dari menit ke-21 sampai menit ke-38, ketinggian run up tsunami 1,01 meter sampai 8,71 meter di sekitar Teluk Kuta dengan jarak genangan terjauh adalah 860 meter dari tepi pantai. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner dan wawancara didapatkan waktu delay yangberbeda tiap penduduk untuk melakukan evakuasi yaitu pada menit ke-1 sebesar 28%, menit ke-5 sebesar 31 %, menit ke-10 sebesar 6%, menit ke-15 sebesar 21%, dan menit ke-20 sebesar 23%. Presentase jumlah penduduk selamat berdasarkan hasil SET pada skenario 1 dan 2 selama 20 menit waktu evakuasi, berturut-turut sebesar 63,62% dan 93,27%.

The Kuta Bay has a high risk of earthquakes and tsunami. In 1977 there was extremely damages that caused by tsunami. The aim of this study is to determine the arrival time, run-up height of the tsunami, and the tsunami coverage areas, so it can be possibly determined the location plan of Shelters. The simulation of tsunami wave propagation is using TUNAMI modified (beta version) program with 3 scenarios of earthquake magnitude variation that is Mw = 7,7; Mw = 8.1; and Mw = 8.3 and simulations based on the earthquake occurrences in Sumba in 1977 with Mw = 7.9. Field surveys, questionnaire distributions and interviews were used in determining the parameters of data input in the Tsunami Evacuation Simulation (SET) using the EVACUWARE version 1.0 program 2011. The simulation result of tsunami wave propagation was obtained tsunami arrival time around Kuta Bay from 21th minute until 38th minute, the height of tsunami run-up is about 1, 01 meters to 8.71 meters around Kuta Bay with the farthest puddle distance is about 860 meters from seashore. Based on the results of the questionnaires distribution and interviews, there are different delays time for the population to be evacuated; in the 1st minute by 28%, the 10th minute by 6%, the 15th minute by 21%, and 20th minute of 23%. The percentage of survivors based on SET results in scenario 1 and 2 for 20 minutes of evacuation time are respectively about 63.62% and 93.27%.

Kata Kunci : Teluk Kuta, Tsunami, lokasi TES

  1. S2-2017-389422-bibliography.pdf  
  2. S2-2017-389422-title.pdf