Laporkan Masalah

Analisis Model Bisnis Wirausaha Sosial Untuk Pendidikan Anak Usia Dini Yang Lebih Berkualitas

JOSEPH, Wakhid Slamet Ciptono, MBA., MPM., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Manajemen

Keseimbangan antara kebutuhan fisik dan kebutuhan sosial adalah salah satu faktor dasar untuk mencapai kebahagiaan. Kecukupan tabungan di bank, kesehatan yang baik dan berkumpul bersama teman menciptakan rasa aman dan nyaman. Kemampuan untuk bertahan hidup menjadi tujuan dan harapan orangtua yang diajarkan kepada anaknya. Akan tetapi sebagai manusia, setiap orang diciptakan untuk tujuan yang agung dan mulia sehingga orangtua seharusnya juga mengajarkan anaknya merencanakan kehidupan. Keluarga yang berfungsi seutuhnya mengembangkan karakter orangtua dan anaknya melalui proses belajar mengajar yang konstruktif secara timbal balik. Di dalam keluarga, orangtua dibentuk menjadi orang yang lebih sabar dan diposisikan sebagai model moral yang bertindak dengan integritas. Di lain pihak, anak-anak seperti kertas putih kosong yang diberi kesempatan untuk bereksplorasi mengembangkan minat dan bakatnya sambil dibimbing untuk memiliki kebiasaan hidup yang baik. Kondisi masyarakat saat ini sangat membutuhkan nilai-nilai keluarga sebagai referensi yang kuat walaupun waktu berkualitas bersama keluarga semakin sulit didapatkan. Oleh karena itu, apabila ada komunitas yang sepikir dan senilai tentang hubungan keluarga dan pentingnya pendidikan anak usia dini untuk membentuk karakter yang berkualitas maka lingkaran kebaikan ini perlu direncanakan dengan cermat melalui konsep wirausaha sosial. Kemampuan merencanakan kehidupan dengan memberdayakan nilai-nilai keluarga akan memerdekakan jiwa lebih dari masa-masa sebelumnya.

A good balance of physical needs and social needs is one of the essential factors to happiness. Saving enough money in banks, having a good health and networking with friends create a sense of security and comfort. It is the skill to plan for living that many parents aim and hope for their kids to master. However, as a human being, every person is destined for a greater cause and that is why parents and kids have to also plan for life. A full functioning family develops the character of its members through constructive interaction between the respective roles. As to become the model for their kids, parents are encouraged to develop patience, think sincerely and act with integrity. As a blank sheet of paper, kids are encouraged to explore their passion, sharpen the talent and develop good habits. Nowadays, such values are desperately in need as families are getting seriously less quality time to spend together. If there is a community that shares the same values, appreciates family time and supports each other to build strong homes then it should be a virtuous cycle worth reinforcing consciously through social entrepreneurship. The skill to plan for life by empowering family values is truly liberating and more important than ever.

Kata Kunci : kebahagiaan, rencana kehidupan, karakter, model, integritas, minat, bakat, pendidikan anak usia dini, lingkaran kebaikan, wirausaha sosial, nilai-nilai keluarga, kemerdekaan jiwa, happiness, plan for life, character, model, integrity, passion, talent, str

  1. S2-2017-358158-abstract.pdf  
  2. S2-2017-358158-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-358158-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-358158-title.pdf