Laporkan Masalah

Pengaruhn Insomnia Terhadap Gangguan Fungsi Kognitif

M RIZKI ZAKI ZAMANI, Pembimbing I dr.Astuti, Sp.S(K); Pembimbing II dr.Abdul Gofir, Sp.S(K)

2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT SYARAF

Insomnia merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang penting karena prevalensi yang tinggi dapat berdampak sangat luas. Prevalensi insomnia sebanyak 74% dari seluruh penderita gangguan tidur yang berobat di klinik gangguan tidur RSUP Dr.Sardjito. Insomnia menyebabkan gangguan yang manifestasinya dapat berupa penurunan performa kognitif dan fungsi tubuh secara umum yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh insomnia terhadap kejadian gangguan fungsi kognitif. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan metode cross sectional komparatif. Pengisian kuisioner secara mandiri yang dilakukan oleh pasien insomnia dan kontrol (good sleeper) di klinik saraf dan klinik gangguan tidur RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Untuk menilai insomnia sesuai dengan kriteria diagnosis DSM V. Derajat insomnia dinilai dengan Insomnia Severity Index (ISI), gangguan kognitif dinilai dengan MMSE, tingkat kecemasan dengan Hamilton Rating Scale for Anxiety, dan depresi dinilai dengan The Center for Epidemiologic Studies Depression Scale (CES-D) yang telah dimodifikasi ke dalam bahasa Indonesia. Setelah dilakukan analisis data didapatkan beberapa variabel yang berpengaruh terhadap gangguan kognitif yakni insomnia, usia, hipertensi, DM dan ansietas. Insomnia berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif secara independen. Penderita insomnia memiliki kemungkinan terjadinya gangguan kognitif sebanyak 4,1 dibandingkan dengan kontrol (tidur normal/ good sleeper).

Insomnia is an important public health challenge because high prevalence and have a profound impact. Prevalence of insomnia as much as 74% of all sleep disorders patients who seek medication at sleep clinic Dr.Sardjito Hospital. Insomnia caused a disorder that manifestation can be a decrease in cognitive performance and body functions in general resulting disruption of daily activities. This study aims to determine the effect of insomnia on the incidence of impaired cognitive function. This study used descriptive analytic with comparative cross sectional method. Fill in the questionnaire independently conducted by patient insomnia and control (good sleeper) neurology outpatient and sleep disorder clinic Dr. Sardjito hospital Yogyakarta. To assess insomnia according to the diagnostic criteria of DSM V. The degree of insomnia assessed with Insomnia Severity Index (ISI), cognitive impairment was assessed by MMSE, anxiety level with Hamilton Rating Scale for Anxiety, and depression was assessed with The Center for Epidemiologic Studies Depression Scale (CES- D) that has been modified into Indonesian. After data analysis, there are several variables that influence to cognitive disorder namely insomnia, age, hypertension, DM and anxetas. Insomnia was associated with impaired cognitive function independently. Patients with insomnia have the possibility of cognitive impairment as much as 4.1 compared with control (normal sleep / good sleeper).

Kata Kunci : Insomnia, gangguan kognitif, good sleeper, Insomnia Severity Index, hamilton Rating Scale for Anxiety


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.