POLA PERTANAMAN DAN PEMANFAATAN RUANG PADA PEKARANGAN DI DESA WUKIRSARI, KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN
TAUFIQ HIDAYAT, Dr. Priyono Suryanto,S.Hut., M.P.; Widiyatno. S.Hut., M.Sc., Ph.D..
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANPekarangan merupakan salah satu contoh penerapan agroforestri yang mengkombinasikan antara tanaman berkayu dan tanaman semusim pada sebidang lahan yang sama di sekitar rumah. Praktek budidaya pekarangan juga banyak berkembang di pedesaan, salah satunya di Desa Wukirsari. Pola penyusunan vegetasi yang dikembangkan pada lahan pekarangan berbeda-beda tergantung peruntukannya. Hal inilah yang membuat beragamnya pola pertanaman di pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penyusunan vegetasi dan pemanfaatan ruang pada lahan pekarangan. Penelitian ini dilakukan di lahan pekarangan Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Metode pengambilan data dilakukan secara purposive sampling pada 30 lahan pekarangan yang ditumbuhi tanaman berkayu. Data diambil secara sensus, yaitu semua tanaman berkayu yang berdiameter lebih dari 10 cm yang tumbuh di pekarangan. Data yang diambil berupa pola tanam dan komposisi tanaman penyusun pekarangan. Analisis data meliputi Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Diversitas (ID), dan visualisasi SExi-FS. Hasil penelitian menunjukkan pola tanam yang banyak berkembang di pekarangan waga Desa Wukirsari adalah pola acak (random mixture). Vegetasi penyusun pekarangan didominasi oleh jenis melinjo, nangka, dan mahoni dengan nilai INP 79,88%; 36,74%; dan 18,35%. Nilai ID yaitu 0,862 menunjukkan bahwa variasi jenis di pekarangan Desa Wukirsari tergolong tinggi. Jenis tanaman yang berkembang menurut pemanfaatannya adalah tanaman MPTS (31 dari 45 jenis). Pemanfaatan ruang pada lahan pekarangan tergolong kurang bagus karena masih cukup banyak pekarangan yang ditumbuhi tanaman secara mengelompok dan bagian lainnya masih ada ruang kosong
Homegarden is one of the applications of agroforestry that brings together trees and crops in the same spot around the house. Homegardens cultivation practice mostly developed in village, as it appears in Wukirsari Village. Vegetation planting pattern that developed in homegarden depends to respective desire of its usage. This fact has varied planting pattern in the homegarden. This study aims to investigate vegetation planting pattern and space utilization of homegarden. This study was conducted in Wukirsari Village, Cangkringan District, Sleman Regency. Methods of data collection is done by purposive sampling on 30 homegardens that overgrown with woody plants. Data was gained by census, that is all woody plants which have diameter more than 10 cm growing in the homegarden. Data gained formed vegetation pattern and vegetation composition. Data analysis was included Important Value Index, Diversity Index, and visualization SExi-FS. This study results cropping pattern that vastly developed in Wukirsari Village residents homegarden was random mixture pattern. Plants composer in house yard were dominated by melinjo, nangka, and mahoni with INP 79.88%; 36.76%; and 18.35%. Diversity Index shows 0.862, this value means that variation of plant in Wukirsari Village categorized as high. Vegetation developed based on its utilization was Multi Purposes Tree Species (31 species out of 45 species). Space utilization in homegarden categorized as poorly managed since there were many plant grow in group and many part of land still empty
Kata Kunci : Pekarangan, pola tanam, pemanfaatan ruang;Homegarden, planting pattern, space utilization