AJARAN SEKS DALAM LONTAR RESI SAMBHINA PERSPEKTIF MICHEL FOUCAULT (1926-1984)
KRISNA SUKMA Y, Dr. Sindung Tjahyadi
2017 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatPenelitian ini berjudul Ajaran Seks dalam Lontar Resi Sambhina Perspektif Michel Foucault (1926-1984) yang merupakan upaya untuk memahami dan mengetahui tentang gagasan ajaran seks dalam Lontar Resi Sambhina. Seksualitas adalah sesuatu yang sensitif, pada satu pihak seks adalah given dalam setiap diri manusia yang terus timbul dan memerlukan ruang ekspresi, dilain pihak seks adalah tabu yang tidak pantas dibicarakan. Dalam suasana yang ambigu ini, ternyata banyak literatur klasik yang menulis tentang seks, salah satunya adalah Lontar Resi Sambhina. Ajaran seks dalam Lontar Resi Sambhina yang dilatari oleh ajaran Hindu bukan hanya dimaknai secara biologis saja, tetapi juga sebagai upaya peningkatan spiritual, kode etik dalam hubungan seks, dan hubungan suami-istri dalam perkawinan. Penelitian ini merupakan upaya untuk memunculkan penemuan wacana seksualitas, dan konstruksi gender dalam Lontar Resi Sambhina menurut teori kekuasaan dan seksualitas Michel Foucault. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan buku-buku yang berkaitan dengan gagasan ajaran seks dalam Lontar Resi Sambhina, budaya Bali, dan teori kekuasaan dan seksualitas Michel Foucault. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data, pengelompokan data primer dan sekunder, sistematisasi data penelitian, dan analisis hasil. Unsur-unsur metodis yang digunakan sebagai alat untuk menganalisis data yaitu deskripsi, interpretasi, holistika, kesinambungan historis, dan analisis kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuntunan yang terdapat dalam Lontar Resi Sambhina adalah seni berhubungan seks sehingga tercapai kenikmatan/kepuasan. Makna yang terkandung adalah bahwa seks tidak hanya fakta biologis namun juga sesuatu yang dapat digunakan untuk meningkatkan spiritual. Lontar Resi Sambhina meneguhkan adanya relasi kuasa dalam hubungan seksual, sebagaimana bagi Foucault kekuasaan adalah daya yang dimiliki setiap orang. Lontar Resi Sambhina banyak dipengaruhi oleh ajaran Hindu, kebudayaan masyarakat Bali serta hukum kerajaan Bali saat itu, sehingga dalam Lontar Resi Sambhina banyak memproduksi wacana seksualitas yang bersifat keagamaan dan kode etik seksual yang sesuai dengan kebudayaan Timur. Lontar Resi Sambhina menunjukkan seks tanpa gender, karena dalam aporismenya seringkali memuliakan perempuan, seks sebagai persembahan laki-laki kepada perempuan. Wacana seksualitas dalam Lontar Resi Sambhina juga relevan sebagai pendidikan seks.
The title of this study is Sexual Teachings in Lontar Resi Sambhina: Michel Foucaults Perspective (1926-1984). This study is an attempt to understand and to know about the idea of sexual teaching in Lontar Resi Sambhina. Sexuality is a sensitive matter, on one hand sex is seen as a given entity in every human being that continues to arise and requires space of expression, but on the other hand sex is also seen as a taboo and not worth talking about. In this ambiguous situation, apparently there are many classical literature discuss about sex, one of which is Lontar Resi Sambhina. The sexual teachings in Lontar Resi Sambhina, which is based on Hinduism, is not meant only for biologically understanding, but also as a spiritual enhancement, a code of conduct in sexual relations, and marital relationships in marriage. This research is an attempt to elicit discovery of discourse on sexuality, and gender construction in Lontar Resi Sambhina according to the theory of power and sexuality of Michel Foucault. This research is a library (literature) research utilizing books related to the idea of sex in Lontar Resi Sambhina, Balinese culture, and the theory of power and sexuality of Michel Foucault. This research begins with data collection, primary and secondary data groupings, systematization of research data, and results analysis. The methodical elements used as a tool for analyzing data are description, interpretation, holistic, historical continuity, and critical analysis. The result of this study indicates that the guidance contained in Lontar Resi Sambhina is the art of sex to achieve the pleasure / satisfaction. It means that sex is not only a biological fact but also something that can be used to improve spiritual achievement. The principle of sex contained in Lontar Resi Sambhina affirms the existence of power relations, both power relations between men and women, and also in the discourses of sexuality in Lontar Resi Sambhina. Foucault explains that power is not something possessed, but it is a strategy. Lontar Resi Sambhina is heavily influenced by Hindu teachings, Balinese culture and Balinese royal law at that time, thus Lontar Resi Sambhina produces rich religious discourses of sexuality and sexual codes of ethics which are in accordance with Eastern culture. Lontar Resi Sambhina shows sex without gender, because its aphorism often glorifies women and sex as a male offering to women. The discourse of sexuality in Lontar Resi Sambhina is also relevant as sex education.
Kata Kunci : Kata kunci: Seks, Lontar Resi Sambhina, Kekuasaan, Seksualitas, Kesetaraan