Laporkan Masalah

ANALISIS PENGEMBANGAN ORGANISASI PEMBELAJARAN STUDI PADA PT TELKOMSEL

HESTI HERMINIATI, T. Hani Handoko, Dr., M.B.A.,

2017 | Tesis | S2 Manajemen

INTISARI Lingkungan bisnis merupakan lingkungan yang selalu berubah dengan cepat. Oleh karena itu, menjadi organisasi pembelajaran menjadi tuntutan bagi organisasi untuk dapat tetap survive menghadapi persaingan yang semakin ketat. Namun, hingga saat ini belum ada konsep ideal dari organisasi pembelajaran. Terdapat beberapa faktor yang menghambat kemajuan ide dari organisasi pembelajaran menurut Garvin et al. (2008), antara lain: Pertama, diskusi awal tentang organisasi pembelajaran hanya menggambarkan semacam euforia dunia yang lebih baik saja namun tidak memberikan deskripsi yang konkret sehingga membuat level manajerial mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi urutan langkah yang diperlukan untuk maju. Kedua, konsep organisasi pembelajaran lebih banyak ditujukan untuk para CEO dan senior eksekutif dari pada manajer dengan level satuan yang lebih kecil dibawahnya sehingga membuat manajer tidak memahami cara menilai efektifitas pembelajaran dalam tim yang dapat berkontribusi secara keseluruhan bagi organisasi. Ketiga, kurangnya standar alat ukur mengenai organisasi pembelajaran. Telkomsel adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan telekomunikasi seluler berbasis GSM. Persaingan yang tinggi dalam industri menuntut Telkomsel untuk menjadi organisasi pembelajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah Telkomsel merupakan organisasi pembelajaran serta untuk mengidentifikasi dan menganalisa berbagai aspek pembelajaran pada masing-masing building block yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam penerapan organisasi pembelajaran di Telkomsel. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka rancangan penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif analitis. Pada penelitian ini digunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang dibuat dan dikembangkan Garvin et al. (2008). Evaluasi mengenai hasil dari perhitungan kuesioner tersebut akan divalidasi dengan cara wawancara mendalam kepada perwakilan agen perubahan dan Direktorat Planing dan Transformasi untuk mendiskusikan hasil penilaian proses implementasi organisasi pembelajaran. Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa Telkomsel belum menjadi organisasi pembelajaran dikarenakan masih terdapat beberapa komponen organisasi pembelajaran yang menjadi kelemahan atau area perbaikan bagi organisasi diantaranya waktu refleksi untuk pegawai (pilar pertama), proses eksperimentasi, analisis, dan transfer informasi (pilar kedua), serta kepemimpinan yang memperkuat pembelajaran (pilar ketiga). Adapun komponen yang menjadi kekuatan organisasi antara lain: aspek keselamatan psikologis, penghargaan terhadap perbedaan dan keterbukaan pada ide-ide baru (pilar pertama), serta pengumpulan informasi serta pendidikan dan pelatihan (pilar kedua).

ABSTRACT The business environment is an environment that is constantly changing rapidly. To be able to remain survive face thight competition in the business environment that changes rapidly, becoming learning organization is required by the company. However, the ideal of the learning organization has not yet been realized. Three factors have impeded progres. First, many of the early discussions about learning organization were paeans to a better world rather than concrete prescriptions So as to make the managerial level could not identify the sequence of steps necessary for moving forward. Second, the concept was aimed at CEOs and senior executive than at managers of smaller departement and units where critical organizational work is done. Third, standard and tools for assesmentc were lacking. Telkomsel is a company which are engaged in service based gsm cellular telecommunication. High competition in industry required Telkomsel to be learning organization. The purpose of this study was to assess whether Telkomsel is a learning organization and to identify and analyze various aspects of learning in each building block into strengths and weaknesses in the application of learning organization in Telkomsel. In accordance with the purpose of the study, the research design used in the form of descriptive analytical research. In this study used a questionnaire research instruments were created and developed by Garvin et al. (2008). The assessment of the result of calculation the questionnaires will been validated by means of interviews to the representatives of the agent of change and the directorate planing and transformation to discuss scores of learning process. Based on research and analysis conducted, it was found that Telkomsel has not become a learning organization because there are still some components of the learning organization are the weaknesses or areas for improvement for the organization including time of reflection for employees (first pillar), experimentation, analysis, and transfer information (the second pillar), as well as strengthening the leadership of learning (the third pillar). The components that became the organization's strengths, among others: the psychological aspects of safety, respect for differences and openness to new ideas (first pillar), as well as the collection of information and education and training (the second pillar. )

Kata Kunci : organisasi pembelajaran, lingkungan belajar suportif, proses dan praktik belajar konkrit, kepemimpinan yang memperkuat pembelajaran