Keterlekatan Masyarakat dengan Pertokoan di Jalan Kaliurang km 4,5-5,8 yang terindikasi Urban Sprawl
SAVITRI PERMATA SARI, R. Derajad Sulistyo Widhyharto, S.Sos., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIJalan Kaliurang km 4,5-5,8 merupakan jalan yang padat untuk diakses masyarakat. Kondisi ini dikarenakan wilayah tersebut merupakan akses untuk menuju perkotaan dan terdapat kampus besar. Pertokoan yang ada di wilayah tersebut berkembang dari tahun ke tahun. Sendi perekonomian mulai berkembang dikarenakan banyaknya mahasiswa perantauan yang mengenyam pendidikan di UGM. Kebutuhan kos sebagai tempat tinggal mulai banyak muncul disertai jumlah pertokoan yang bertambah guna membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keterlekatan sebagai tindakan ekonomi yang disituasikan dalam tindakan sosial menarik untuk diketahui, melihat adanya fenomena pertokoan di wilayah Jalan Kaliurang km 4,5-5,8. Hubungan konsumen dengan pertokoan tentu saja tidak hanya seputar tindakan ekonomi yang terjadi tetapi juga tindakan sosial. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode fenomenologi dengan wawancara dan data sekunder. Data-data yang diambil mengenai hubungan masyarakat sekitar dengan pihak pertokoan. Keterlekatan diukur dengan menggunakan skala likert, sehingga didapat derajat keterlekatan yang terjadi antara masyarakat dengan pertokoan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan keterlekatan masyarakat terhadap pertokoan yang menunjukkan keterlekatan 'sedikit kuat'. Masyarakat memiliki keterlekatan yang sedikit kuat namun dalam hubungan yang undersocialized dengan pihak pertokoan. Perkembangan wilayah Jalan Kaliurang km 4,5-5,8 secara fisik dan non fisik, yaitu secara sosial, budaya, dan ekonomi menunjukkan masyarakat semakin berkembang. Masyarakat sekitar Jalan Kaliurang semakin menunjukkan masyarakat kelas menengah atau ke arah meng-kota. Fenomena ini menunjukkan terjadinya gejala urban sprawl di Jalan Kaliurang km 4,5-5,8. Pertokoan yang muncul tidak hanya pertokoan biasa melainkan terdapat pertokoan jenis kelas menengah. Pertokoan dengan kelas menengah tersebut tidak hanya menyediakan untuk masyarakat Jalan Kaliurang namun juga masyarakat Kota Yogyakarta. Hal ini semakin menunjukkan pertokoan yang ada menopang perkembangan Kota Yogyakarta.
Jalan Kaliurang km 4.5-5.8 is a crowdedly accessed road by people. It is because this road is an access to the city and there are big campuses located around the area. The shops in the area develop from time to time. Economics grow well because of the big number of students from other regions who study in UGM. The need for dorms as their residence keeps growing along with the increasing number of shops to fulfill their daily needs. Embeddedness as a situated economic activity in a social activity is interesting to study, observing the shops phenomenon in the area of Jalan Kaliurang km 4.5-5.8. The relationship between the consumers and the shops surely not merely an economic activity, but also a social activity. This research was done with phenomenology method by interview and secondary data. The data taken is about the relation between the people and the shops around the area. The embeddedness can be measured with the Likert scale, and then made into an embeddedness degree that happens between the people and the shops. The result of this research shows that the relation between the people and the shops is “quite strongâ€. The society have a quite strong embeddedness but in an undersocialized relation with the shopping complex. The physical and non-physical development, which is socially, culturally, and economically, shows a developing community. The community around Jalan Kaliurang shows that it becomes more of a middle-class community or shifting to be urbaner. This phenomenon shows that there is an urban sprawl tendency in Jalan Kaliurang km 4.5-5.8. The shops that are built there are not only ordinary shops; instead, they are middle-class shops. These middle-class shops not only serve the people who live in Jalan Kaliurang, but they also serve the people of Kota Yogyakarta. It shows that the shops there are supporting the development of Kota Yogyakarta.
Kata Kunci : Pertokoan, keterlekatan, urban sprawl, sosiologi ekonomi