PERENCANAAN BISNIS SOCIAL CLUB DI YOGYAKARTA
Novita Windasari, Hargo Utomo, Dr.,M.B.A.
2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTAPenuaan penduduk (population aging) terjadi akibat proses transisi demografi yaitu perubahan tingkat kelahiran, dari tingkat kelahiran tinggi ke tingkat kelahiran rendah serta perubahan tingkat kematian dari angka kematian tinggi ke angka kematian rendah. Hal ini mengakibatkan perubahan kondisi demografi Indonesia dimana apabila dilihat dari komposisi menurut umur, struktur umur penduduk Indonesia semakin mengarah ke penduduk tua. Atas keadaan tersebut, dibutuhkan pelayanan kepada penduduk tua terutama untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang mana masih kurang diperhatikan oleh masyarakat bahkan keluarga terdekat sekalipun. Social Club adalah usaha yang bergerak dalam penyediaan jasa kegiatan untuk para pensiunan dan lansia di DI Yogyakarta. Social Club didirikan untuk memenuhi kebutuhan para pensiunan dan lansia terutama kebutuhan psikologisnya dengan menggabungkan kegiatan yang bersifat fisik, spiritual dan sosial sehingga tercapai kebahagiaan di usia emas. Dengan melakukan kegiatan yang tepat, para pensiunan dan lansia akan bisa berkarya dan produktif sehingga dapat menepis anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa pensiunan dan lansia hanya menjadi beban keluarga dan masyarakat. Pendapatan yang diterima Social Club berasal dari fee atau biaya kegiatan baik dari anggota tetap maupun tidak tetap yang mengikuti kegiatan dan menggunakan fasilitas yang ada di Social Club. Adapun kegiatan yang di tawarkan oleh Social Club dibagi atas beberapa kriteria yaitu kegiatan olahraga, hobi, sosial, keagamaan dan dilengkapi kegiatan pemeriksaaan kesehatan rutin bagi para anggota. Selain itu, pendapatan juga diperoleh dari kerjasama pihak ketiga seperti perbankan dengan loyalty programme, mobile Social Club dan sponsorship produk kebutuhan pensiunan dan lansia. Perkembangan bisnis Social Club akan terjadi seiring dengan pertumbuhan penduduk tua di Indonesia terutama di DI Yogyakarta sehingga membutuhkan wadah yang lebih besar lagi untuk memenuhi kebutuhan para penduduk tua tersebut. Hal ini juga akan didukung dengan edukasi secara berkelanjutan kepada keluarga dan masyarakat tentang fenomena penuaan penduduk (population aging) yang terjadi serta bagaimana menanggani hal tersebut. Selain itu, pengembangan bisnis Social Club akan menuju kepada kebutuhan atas menu harian sehat para penduduk tua dengan menyesuaikan perkembangan yang ada. Perencanaan bisnis ini diungkapkan melalui perencanaan pemasaran, perencanaan operasional, perencanaan sumber daya manusia, perencanaan keuangan serta strategi keluar. Analisis keuangan yang dilakukan meliputi proyeksi kinerja perusahaan dan perhitungan kelayakan investasi selama sepuluh tahun ke depan. Dari hasil perhitungan tersebut, maka rencana bisnis untuk mewujudkan Social Club adalah layak untuk dijalankan.
Population aging is results from a demographic transition process such as changes in birth rates, from high birth rates to low birth rates and changes in mortality from high mortality to low mortality. This resulted in a change in demographic conditions in Indonesia if viewed from the composition by age, the age structure of the Indonesian population is increasingly leading to the elderly. On these circumstances, it takes service to elderly especially for psychological needs which are still not paid attention by the community even by the closest family. Social Club is a business engaged in the provision of services activities for retirees and the elderly in DI Yogyakarta. Social Club was established to meet the needs of the pensioner and the elderly especially his psychological needs by combining activities such as physical, spiritual and social, so that they could achieve happiness in the golden age. By doing the right activities, retirees and the elderly will be able to work and productive so that they could dismiss the growing notion in the community that pensioners and the elderly are only a burden on families and communities. Social Club�s revenue is derived from fee or activity fee from both permanent and non-permanent members who participate in the activity and use existing facilities at Social Club. The activities offered by the Social Club are divided into several criteria: sports, hobbies, social activities, religious and routine health inspection activities for members. In addition, other revenues are also obtained from third-party cooperation such as banking with loyalty program, mobile Social Club and sponsorship from products for pensioners and the elderly needs. The development of Social Club business will occur along with the growth of the elderly population in Indonesia, especially in DI Yogyakarta, so it needs a larger place to meet the needs of the elderly population. It will be supported by continuous education to families and communities about the phenomenon of population aging that occurred, and how to handle it. In addition, the development of the Social Club business will lead to the need for a healthy daily menu of the elderly population by adapting to existing developments. This business plan is expressed through marketing planning, operational planning, human resource planning, financial planning and exit strategies. Financial analysis includes the projection of company performance and the calculation of investment feasibility over the next ten years. From the results of these calculations, then the business plan to realize this Social Club is feasible to run.
Kata Kunci : Penuaan Penduduk, Social Club, Psikologis Pensiunan, Lansia