Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Wanita Menikah dengan Gangguan Fertilitas Idiopatik Melalui Terapi Narima Ing Pandum
ASTRINI ARIMURTI S, Prof. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog.
2017 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiMemiliki anak merupakan salah satu faktor penting dan banyak dicari oleh pasangan yang telah menikah. Hanya saja, tidak setiap pasangan dapat dengan mudah memiliki keturunan, dimana salah satunya disebabkan karena masalah infertilitas. Meskipun infertilitas ini dapat dialami oleh kedua belah pihak, hanya saja banyak penelitian menemukan bila beban akan infertilitas ini lebih banyak dialami oleh wanita, terlebih wanita dengan gangguan fertilitas idiopatik. Adanya beban yang besar dan banyak berdampak pada penurunan kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Narima Ing Pandum (NIP) terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis wanita menikah dengan gangguan fertilitas idiopatik. Narima Ing Pandum dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Jawa yakni sabar, syukur dan narima. Desain penelitian menggunakan single case A-B-A. Kesejahteraan psikologis diukur menggunakan ceklis kesejahteraan psikologis, sedangkan sikap NIP diukur mengunakan ceklis NIP. Hasil analisis data menggunakan visual inspection dan analisis deskriptif menemukan bahwa terapi NIP dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis partisipan seiring dengan meningkatnya pula nilai-nilai NIP.
Conceiving a child in marriage is one of factor that influencing well-being. The inability to have a child means preassure and suffering for the couple, especially toward women with idiopatic infertility. This study aimed to investigate the influence of Narima Ing Pandum (NIP) therapy in psychological well being. NIP was developed based on Javanesse values of sabar (patience), syukur (gratitude) and narima (acceptance). This study used single case A-B-A design. Psychological well-being and NIP measured using NIP checklist and psychological well-being checklist. Visual inspection and descriptive analysis were used. The result indicated that NIP therapy increased the psychological well being of the two participants, marked by the increasing of NIP values.
Kata Kunci : Narima Ing Pandum, kesejahteraan psikologis, gangguan fertilitas idiopatik, wanita menikah dengan gangguan fertilitas idiopatik