MEKANISME YANG MENGHAMBAT DAN IMPLIKASINYA DALAM PELAKSANAAN PIDANA MATI
JOICE EVELIN MARIAI, Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, S.H., M.Hum
2017 | Tesis | S2 ILMU HUKUM JAKARTALatarbelakang penelitian ini berdasarkan pada isu pelaksanaan pidana mati khususnya terkait dengan tenggang waktu yang terlalu lama bagi terpidana mati dalam menunggu eksekusi mati, yang senantiasa hangat dibicarakan ditengahtengah masyarakat, praktisi hukum maupun kalangan akademisi. Kajian ini berupaya mengungkap pelaksanaan pidana mati di Indonesia, mekanisme apa saja yang menghambat serta apa dampak atau implikasinya terhadap terpidana , masyarakat dan terhadap Negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan hasis analisis secara keseluruhan menunjukan pidana mati di Indonesia tidak segera dilaksanakan, serta masih terdapat narapidana yang sampai puluhan tahun mendekam dipenjara menunggu eksekusi mati yang disebabkan oleh beberapa faktor yang dominan. Jawaban atas hasil analisis menunjukan ketidaksesuaian antara das sein dan das sollen dalam pelaksanaan pidana mati, hal ini membuat penulis berpikir dan ingin mengusulkan kepada pemerintah tentang perlunya adanya alokasi dana khusus yang tidak dapat diganggu gugat yang ditujukan guna pelaksanaan pidana mati, perlu adanya revisi setiap undang-undang yang memuat tentang pidana mati agar tidak diikuti dengan adanya pemberian hukuman kurungan dan lain-lain,serta adanya suatu regulasi baru yang mengatur dan menetapkan tentang waktu pelaksanaan pidana mati.
The background of this research is based on the issue of the implementation of the death penalty, which is always talked about in the midst of society, lawyers and academics. This study seeks to unravel the implementation of the death penalty in Indonesia, any mechanism that inhibits as well as what impact or implications on death row, society and the state. The method used in this study is a qualitative method, with the results of the overall analysis showed the death penalty in Indonesia is not immediately implemented, and there are still prisoners for decades in prison awaiting execution were caused by several factors were dominant. Response to the results of the analysis showed a discrepancy between das sein and das sollen in the implementation of the death penalty, it makes the writer thik and want to propose to the government about the need fot allocation of special funds, the inviolability devoted to the implementation of capital punishment, need for revision every legislation load on the death penalty that is not followed by the provision of imprisonment and others, as well as the existence of a new regulation that regulates and sets about the execution time of the death penalty.
Kata Kunci : Pidana mati, mekanisme, implikasi, Criminal die, mechanism, implications