ANALISIS PUTUSAN HAKIM MENGENAI KONSEP TINDAK PIDANA PENIPUAN DALAM PENYELESAIAN PERKARA HUBUNGAN KONTRAKTUAL
RAHMAT GANDI A, Dr. Supriyadi, S.H., M.Hum
2017 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis, penerapan konsep tindak pidana penipuan dalam putusan hakim terhadap perkara yang didasarkan pada hubungan kontraktual, dan untuk mengetahui dan menganalisis seharusnya penerapan konsep tindak pidana penipuan di masa mendatang Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif, karena penulis bermaksud menganalisis konsep tindak pidana penipuan dalam penyelesaian perkara hubungan kontraktual terhadap penerapannya dalam putusan hakim. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data sekunder diperoleh dengan cara studi kepustakaan sedangkan data primer dalam kedudukannya sebegai Narasumber diperoleh melalui wawancara. Wawancara dilakukan terhadap Narasumber dari Dosen Fakultas Hukum Pidana dan Perdata. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis kualitatif dan pengelolaan bahan hukum dilakukan secara deskriptif kualitatif Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penerapaan putusan hakim yang diteliti, terjadi perbedaan penafsiran hakim dalam menentukan perbuatan terdakwa berdasarkan fakta dipersidangan memenuhi unsur kehendak menguntungkan diri sendiri atau orang dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu baik dengan akal dan tipu muslihat maupun dengan perkataan bohong. Batasan tindak pidana penipuan dengan tidak melaksanakan prestasi dalam hubungan kontraktual dapat dibedakan melalui (1) unsur melawan hukum dengan tidak melaksanakan perikatan/perjanjian (2) unsur tipu muslihat dan rangkaian kebohongan dengan tidak melaksanakan prestasi (3) penyerahan benda karena penipuan dengan penyerahan benda karena perjanjian. Penerapan konsep tindak pidana penipuan dimasa mendatang yaitu tidak ada masalah terhadap konsepnya untuk itu agar dapat dioptimalkan peran mediasi penal hal ini juga dapat mewujudkan pelaksanaan pembatasan permohonan kasasi pada Mahkamah Agung.
This study aims to identify and analyze, the application of the concept of criminal acts of fraud in the judge's decision on the case based on the contractual relationship, and to know and analyze the application of the concept of future fraud criminal acts. This study uses the type of normative legal research, because the author intends to analyze the concept of criminal acts of fraud in the settlement of cases contractual relationship to its application in the judge's decision. The data used are primary data and secondary data. Secondary data obtained by library study while the primary data in its position as Resources obtained by interview. The interview was conducted to the resource Lecturer from the Faculty of Criminal and Civil Law. The data obtained were analyzed by qualitative analysis method and the management of law material was done descriptively qualitative. Based on the researchresults and discussion it can be concluded that based on the applying of the judge's decision examined, there are differences in judges interpretation in determining the actions of defendants based on facts in the hearing fulfilling the element of the will of self-benefit or people by using false or false names either with reason and deceit or word lie. The limits of fraud by not performing in contractual relationships can be distinguished by (1) unlawful elements by not engaging in engagement / covenant (2) elements of deceit and lie series by not performing achievement (3) submission of objects due to fraud by the delivery of objects because agreement. Implementation of the concept of future fraud crime is no problem to the concept for it to be optimized the role of mediation penal it also can realize the implementation of the appeal capping restrictions on the Supreme Court.
Kata Kunci : konsep Tindak Pidana Penipuan, Hubungan Kontraktual, Wanprestasi