PENGARUH PERBEDAAN LAMA PENCAHAYAAN DAN PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN ALFALFA (Medicago sativa L.)
IRFANSYAH WIDYANTONO, Bambang Suwignyo, S.Pt., MP., Ph.D; Dr. Ir. Bambang Suhartanto, DEA.
2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama pencahayaan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman alfalfa (Medicago sativa L.) dengan pupuk berbeda (fosfat alam dan dolomit). Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 pengulangan. Faktor yang pertama merupakan jenis pupuk yang terdiri dari 3 taraf, yaitu P0= tanpa fosfat alam dan dolomit, P1= menggunakan dolomit, dan P2 = menggunakan fosfat alam. Faktor kedua merupakan perlakuan lama pencahayaan yang terdiri dari 3 taraf, yaitu C0= cahaya 12 jam, C1= cahaya 16 jam, dan C2= cahaya 20 jam. Variabel penelitian yang diamati antara lain pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah cabang); produktivitas (produksi segar), serta analisis proksimat (kandungan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar). Data yang memberikan hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT dengan taraf 5%. Hasil pengamatan menunjukan bahwa perlakuan perbedaan pupuk berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang dan produksi bahan segar, sedangkan perlakuan lama pencahayaan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, produksi bahan segar dan kandungan protein kasar. Interaksi antara perbedaan pupuk dan perlakuan lama pencahayaan berpengaruh nyata terhadap (P<0,05) produksi bahan segar tanaman alfalfa dengan hasil 0,53 ton/ha.
This research was conducted to study the different effect of photoperiode on the growth and productivity of alfalfa (Medicago sativa L.) with the different fertilizer (phosphate fertilizer dan dolomite). The experiment used a Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern 3x3 on each with three replications. The first factor was fertilizer consisted of 3 treatments, i.e. P0 = without phosphate fertilizer dan dolomite, P1=used dolomite, and P2 = used phosphate fertilizer. The second factor was photoperiode consisted of 3 treatments, i.e. C0= photoperiode 12 hours, C1= photoperiode 16 hours, and C3= photoperiode 20 hours. The variable measured were growth (plant height and number of branch); productivity (fresh production), and proximate analysis (dry matter content, organic matter, and crude protein). The result which significant effect was continued with DMRT at 5% level. The results showed that the different fertilizater treatments were significantly affected (P<0,05) on plant height, number of branch, and fresh production. While photoperiode treatment were significantly affected (P<0,05) on plant height, number of branch, fresh production, and crude protein. The interaction between the different fertilizer and photoperiode treatment were significantly affected (P<0,05) on fresh production with result 0,53 ton/ha.
Kata Kunci : Medicago sativa, lama pencahayaan, dolomit, fosfat alam, produksi alfalfa, photoperiode, dolomite, phosphate fertilizer, alfalfa production