The Impact Analysis of Agricultural Development on Poverty In Samosir Regency
PARSAORAN RUMAPEA, DR. Nunuk Dwi Retnandari, MS
2017 | Tesis | S2 Administrasi PublikKabupaten Samosir yang dibentuk pada bulan Desember 2004 adalah kabupaten pemekaran Kabupaten Toba Samosir. Gagasan atau gagasan pembentukan Kabupaten Samosir muncul karena jaraknya dengan kabupaten induk sebelumnya yang cukup jauh dan untuk mempercepat proses pembangunan daerah ini. Lebih dari 81% masyarakat Samosir tinggal di sektor pertanian dan menyerap 71% tenaga kerja, pertanian merupakan tulang punggung perekonomian di kawasan ini, namun pertanian ini nampaknya merupakan rutinitas biasa, karena tidak ada perubahan dan perbaikan yang signifikan. Ini karena tidak ada sentuhan teknologi dan perbaikan infrastruktur yang memadai. Persentase kemiskinan di Kabupaten Samosir cukup tinggi dan selalu di atas persentase kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. Sektor pertanian yang merupakan mata pencaharian paling dominan di Kabupaten Samosir diharapkan bisa mengatasi masalah kemiskinan ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan produktivitas pertanian melalui inovasi teknologi dan peningkatan investasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Isu utama yang penulis ingin jawab dalam tulisan ini antara lain: Bagaimana kondisi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Samosir, faktor apa yang mempengaruhi output pertanian dan tingkat kemiskinan dan bagaimana dampak kebijakan pemerintah terhadap output pertanian terhadap hasil pertanian dan tingkat kemiskinan di Kabupaten Samosir. Penulis menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui hubungan antara variabel yang mempengaruhi produksi pertanian dan kemiskinan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pertanian di Kabupaten Samosir telah berjalan namun tidak optimal karena masih banyak lahan pertanian yang belum dimanfaatkan dan saran infrastruktur yang ada masih belum memadai. Hubungan antara belanja pemerintah untuk pertanian dan total produksi pertanian memiliki korelasi yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan korelasi antara variabel lain dan korelasi antara total produksi pertanian dan kemiskinan memiliki korelasi negatif sangat tinggi dengan -0,84 nilai. Pemerintah Kabupaten Samosir masih perlu mendorong masyarakat untuk meningkatkan produksi pertanian dengan memanfaatkan lahan yang tidak digunakan oleh sejumlah besar orang, meningkatkan jumlah lahan yang panen 2 sampai 3 kali setahun dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada. Anggaran untuk kegiatan pertanian yang memiliki fluktuasi tinggi sehingga diperlukan kebijakan pemerintah yang kuat agar dapat meningkatkan anggaran untuk kegiatan pertanian karena memiliki korelasi kuat untuk meningkatkan produksi pertanian dan mengurangi kemiskinan.
Samosir Regency formed in December 2004 is an expansion district of Toba Samosir Regency. The idea or idea of establishing Samosir Regency emerged because of the distance to the previous parent districts which are far enough and to accelerate the development process of this area. More than 81% of the Samosir live in the agricultural sector and absorb 71% of the workforce, agriculture which is the backbone of the economy in this region, but this agriculture seems to be an ordinary routine, as there are no significant changes and improvements. This is because there is no touch of technology and adequate infrastructure improvement. The percentage of poverty in Samosir Regency is quite high and always above the percentage of poverty in North Sumatra Province. Agricultural sector which is the most dominant livelihood in Samosir Regency is expected to overcome this poverty problem. Therefore, it is necessary to increase agricultural productivity through technological innovation and increase investment to increase people's income. The main issues that the author wants to answer in this paper include: What is the condition of agricultural sector development in Samosir Regency, what factors affect the output of agriculture and poverty level and how is the impact of government policy on agriculture output on agricultural output and poverty level In Samosir Regency. The author uses descriptive analysis to find out the correlation of variables affecting agricultural production and poverty. From the research results obtained that agriculture in Samosir Regency has been running but not optimally because there is still a lot of agricultural land that has not been utilized and existing infrastructure advice is still inadequate. The relationship between government spending on agriculture and total agricultural production has a very high correlation when compared to the correlation between other variables and the correlation between total agricultural production and poverty has a very high negative correlation with -0.84 value. The government of Samosir Regency still needs to encourage people to increase agricultural production by utilizing land that is not used by a large number of people, increasing the amount of land that harvests 2 to 3 times a year by utilizing existing facilities and infrastructure. Budgets for agricultural activities that have a high fluctuation so that a strong policy of local government is needed to increase the budget for agricultural activities because it has a strong correlation to increase agricultural production and reduce poverty.
Kata Kunci : agriculture, poverty and correlation