Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN OUTCOME-PRESENT STATE TEST (OPT) MELALUI PEER LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENALARAN KLINIK MAHASISWA PROFESI NERS DI INTENSIVE CARE UNIT

EDY WURYANTO, Prof. dr. Harsono, Sp.S.; Prof. dr. Ova Emilia, Sp.OG(K)., M.Med, Ph.D.; dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D.

2017 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar Belakang: Penalaran klinik adalah komponen penting dalam praktik keperawatan. Perawat seharusnya memiliki keterampilan penalaran klinik yang efektif untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja yang cepat. Strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan penalaran klinik mahasiswa keperawatan sangat terbatas. Berbagai literatur mendukung penggunaan metode peer learning mampu meningkatkan keterampilan penalaran klinik. Tujuan Penelitian: Mengembangkan model pembelajaran OPT melalui peer learning untuk meningkatkan keterampilan penalaran klinik mahasiswa profesi ners di ICU. Metode Penelitian: Rancangan penelitian menggunakan mixed method. Tahap I bertujuan untuk memperoleh gambaran pengambilan keputusan klinik, dengan desain paralel konvergen. Tahap II bertujuan untuk tersusunnya model pembelajaran dengan metode workshop penyusunan model. Tahap III bertujuan implementasi dan evaluasi model. Metode yang digunakan adalah embedded design. Data tentang efektivitas model dikuatkan dengan data FGD dan wawancara mendalam. Rancangan quasi-exsperimen dengan uji statistik paired t-test dan independent t-test digunakan untuk menilai hasil pretest dan posttest penalaran klinik Hasil: Sebagian besar gambaran penilaian pengambilan keputusan mahasiswa tergolong baik (28,6%), meski terdapat kategori kurang (27,1%). Dari FGD diperoleh kelebihan dan kelemahan terkait dengan lingkungan ICU, proses pembelajaran, waktu praktik, kesiapan mahasiswa, pembimbing klinik dan akademik, serta strategi pembelajaran sebagai dasar pengembangan model yang lebih efektif dan efisien. Pada tahap II pengembangan model telah disusun modul berdasarkan masukan mahasiswa dan pendidik klinik dan pakar. Setelah dilakukan intervensi, model terbukti meningkatkan 1) proses dan kerjasama peer learning; 2) skala dan struktur penilaian OPT; 3) keterampilan penalaran klinik mahasiswa secara keseluruhan; dan 4) pemahaman terminologi NANDA, NIC dan NOC dan keterkaitannya. Terdapat perbedaan bermakna nilai rata-rata SCT kelompok intervensi dan kelompok kontrol, setelah intervensi (p = 0,02). Secara keseluruhan, hasil FGD mahasiswa, pembimbing klinik dan akademik model OPT melalui peer learning berdampak positif pada proses, kerja sama dan penalaran klinik mahasiswa. Kesimpulan dan Saran: Implementasi model dapat meningkatkan proses, kerja sama dan penalaran klinik mahasiswa. Model tersebut dapat diterapkan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penalaran klinik mahasiswa di ICU.

Latar Belakang: Penalaran klinik adalah komponen penting dalam praktik keperawatan. Perawat seharusnya memiliki keterampilan penalaran klinik yang efektif untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja yang cepat. Strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan penalaran klinik mahasiswa keperawatan sangat terbatas. Berbagai literatur mendukung penggunaan metode peer learning mampu meningkatkan keterampilan penalaran klinik. Tujuan Penelitian: Mengembangkan model pembelajaran OPT melalui peer learning untuk meningkatkan keterampilan penalaran klinik mahasiswa profesi ners di ICU. Metode Penelitian: Rancangan penelitian menggunakan mixed method. Tahap I bertujuan untuk memperoleh gambaran pengambilan keputusan klinik, dengan desain paralel konvergen. Tahap II bertujuan untuk tersusunnya model pembelajaran dengan metode workshop penyusunan model. Tahap III bertujuan implementasi dan evaluasi model. Metode yang digunakan adalah embedded design. Data tentang efektivitas model dikuatkan dengan data FGD dan wawancara mendalam. Rancangan quasi-exsperimen dengan uji statistik paired t-test dan independent t-test digunakan untuk menilai hasil pretest dan posttest penalaran klinik Hasil: Sebagian besar gambaran penilaian pengambilan keputusan mahasiswa tergolong baik (28,6%), meski terdapat kategori kurang (27,1%). Dari FGD diperoleh kelebihan dan kelemahan terkait dengan lingkungan ICU, proses pembelajaran, waktu praktik, kesiapan mahasiswa, pembimbing klinik dan akademik, serta strategi pembelajaran sebagai dasar pengembangan model yang lebih efektif dan efisien. Pada tahap II pengembangan model telah disusun modul berdasarkan masukan mahasiswa dan pendidik klinik dan pakar. Setelah dilakukan intervensi, model terbukti meningkatkan 1) proses dan kerjasama peer learning; 2) skala dan struktur penilaian OPT; 3) keterampilan penalaran klinik mahasiswa secara keseluruhan; dan 4) pemahaman terminologi NANDA, NIC dan NOC dan keterkaitannya. Terdapat perbedaan bermakna nilai rata-rata SCT kelompok intervensi dan kelompok kontrol, setelah intervensi (p = 0,02). Secara keseluruhan, hasil FGD mahasiswa, pembimbing klinik dan akademik model OPT melalui peer learning berdampak positif pada proses, kerja sama dan penalaran klinik mahasiswa. Kesimpulan dan Saran: Implementasi model dapat meningkatkan proses, kerja sama dan penalaran klinik mahasiswa. Model tersebut dapat diterapkan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penalaran klinik mahasiswa di ICU.

Kata Kunci : pembelajaran klinik, penalaran klinik, model OPT, peer learning,

  1. S3-2017-324281-abstract.pdf  
  2. S3-2017-324281-bibliography.pdf  
  3. S3-2017-324281-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2017-324281-title.pdf