Laporkan Masalah

PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA BAHAN CANGKOK TULANG HIDROKSIAPATIT 50% DENGAN 95% PADA PERAWATAN POKET INFRABONI (Kajian Pada Kadar Alkaline Phospatase Cairan Sulkus Gingiva)

INNEKE CAHYANI, Dr. drg. Ahmad Syaify , Sp.Perio (K) ; drg. Kwartarini Murdiastusi Sp.Perio(K), Ph.D

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Gigi Klinik

Poket infraboni merupakan kerusakan tulang pada jaringan pendukung gigi dengan dasar poket lebih apikal daripada puncak tulang alveolar dan dapat menyebabkan kehilangan gigi, sehingga dilakukan perawatan poket infraboni dengan tindakan bedah menggunakan bahan cangkok tulang. Salah satu jenis bahan cangkok tulang yang saat ini sering digunakan adalah tipe aloplastik seperti hidroksiapatit yang dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk dan konsentrasi diantaranya 50% dan 95%. Peneliti ingin melihat adanya perbedaan efektifitas antara bahan cangkok tulang dengan konsentrasi yang berbeda terhadap respon keberhasilan perawatan dilihat dari peningkatan aktivitas enzim alkaline phospatase yang diambil dari cairan sulkus gingiva sebagai indikator adanya sel-sel pembentukan tulang baru (osteoblas) aktif dari osteoprogenitor. Metode: Pengambilan cairan sulkus gingiva dari subjek penelitian guna pengukuran kadar alkaline phospatase cairan sulkus gingiva pada hari ke-0 (baseline) dilanjutkan dengan perawatan bedah flap dengan aplikasi bahan cangkok tulang hidroksiapatit 50% atau bahan cangkok tulang hidroksiapatit 95%. Pasien diminta melakukan kontrol dan diambil cairan sulkus gingivanya pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21. Sampel kemudian diukur dengan menggunakan metode uji Elisa alkaline phospatase dan dibaca dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil: Selisih kadar alkaline phospatase cairan sulkus gingiva pada bahan hidroksiapatit 50% hari 0 ke 7 , hari 0 ke 21, hari 7 ke 21, dan hari 14 ke 21 signifikan dengan nilai p<0,05. Kesimpulan: Peningkatan kadar alkaline phosphatase cairan sulkus gingiva pada terapi poket infraboni dengan bahan cangkok tulang hidroksiapatit 50% lebih efektif dibandingkan dengan bahan cangkok tulang hidroksiapatit 95%

The infrabony pocket is a destruction of the dental supporting tissue with the pocket located more apical than the alveolar crest. The treatment of infrabony pockets is surgery and bone graft application. One of bone graft materials is an aloplastic such as hydroxyapatite with various morphology and concentrations like 50% and 95%. The purpose of this study was to determine the difference of effectiveness between hydroxyapatite bone material 50% and 95% as infrabony pocket treatment. It determines by levels of alkaline phosphatase (ALP) in gingival crevicular fluids (GCF) as an indicator of new osteoblast cell forming cells (osteoblasts). The sample is GCF from subjects according to criteria. On baseline, bone graft material 50% (Group 1) and 95% (Group 2) was applied. Measurements were performed on day 0 (baseline), 7, 14, and 21 post-application. ALP levels in GCF were measured with Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). The data between group was compared with the Mann-U Whitney Test and time-based data was tested with the Wilcoxon Test. The result showed that there was significant differences in ALP levels between groups 1 and 2. ALP levels in group 1 increased significantly on days 7, 14, and 21 while ALP levels in group 2 increased on day 21 but decreased on 7 and 14. it can be concluded that hydroxyapatite bone graft materials 50% is more effective than 95% in infrabony pocket therapy based on GCF's ALP levels.

Kata Kunci : Kata kunci : periodontitis, cangkok tulang, hidroksiapatit, alkaline phospatase / Keywords: alkaline phosphatase, bone graft, gingival crevicular fluid, 50% hydroxyapatite, 95% hydroxyapatite, infrabony pocket

  1. S2-2017-373749-abstract.pdf  
  2. S2-2017-373749-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-373749-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-373749-title.pdf