Tingkat Adopsi Good Agriculture Practices (GAP) dan Pengaruhnya terhadap Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Kedelai di Kabupaten Kulon Progo
FITRY PURNAMASARI, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, MP; Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN AGRIBISNISPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi Good Agriculture Practices (GAP), mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi GAP Kedelai, pengaruh Tingkat adopsi GAP dan faktor produksi terhadap produktivitas serta pengaruh tingkat adopsi GAP dan harga faktor produksi terhadap pendapatan usahatani kedelai. Jumlah responden dalam peneltian ini sebanyak 50 orang petani yang diambil secara acak. Penelitian ini menggunakan pengujian parameter proporsional dan analisis regresi linear berganda dengan model Ordinary Least Square (OLS), fungsi produksi dan fungsi keuntungan cobb-douglas. Penelitian ini telah dinyatakan valid, reliabel, telah berdistribusi normal, bebas dari masalah multikolinearitas dan heteroskedastisitas, sehingga dapat dilakukan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Tingkat adopsi GAP kedelai di Kabupaten Kulon Progo secara keseluruhan tergolong dalam ketegori tinggi sebesar 83,07 persen dari ruang lingkup tingkat adopsi GAP yaitu input, persiapan lahan, penanaman, pemupukan, perlindungan tanaman, pengairan, panen dan pascapanen, namun tingkat adopsi GAP bagian penanaman masih tergolong dalam kategori sedang. (2) Peningkatan adopsi GAP dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, motivasi petani, intensitas penyuluhan, sedangkan ketersediaan informasi memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat adopsi GAP. (3) Peningkatan Produktivitas kedelai dipengaruhi oleh faktor benih, pupuk kandang, pupuk Gandasil, dan tingkat adopsi GAP, sedangkan peningkatan pupuk NPK berpengaruh negatif terahadap produktivitas kedelai. (4) Peningkatan Pendapatan usahatani Kedelai dipengaruhi oleh peningkatan upah tenaga kerja, luas lahan dan tingkat adopsi GAP, sedangkan harga pupuk NPK berpengaruh negatif terhadap pendapatan usahatani kedelai. (5) Produktivitas kedelai di Kabupaten Kulon Progo belum maksimal hanya sebanyak 1,216 Ton/Ha dan keuntungan sebesar Rp. 4.304.863,06,-/Ha.
This study aims to determine the level of adoption of Good Agriculture Practices (GAP), to know the factors that effect the adoption rate of Soybean GAP, the effect of GAP adoption rate and production factors on productivity and the effect of GAP adoption rate and production factor price on the income of soybean farming. The number of respondents in this research is 50 farmers was taken randomly. This research uses proportional parameter testing and multiple linear regression analysis with Ordinary Least Square (OLS) model, production function model and profit function model of cobb-Douglas. This research has been declared valid, reliable, has a normal distribution, free from multicollinearity and heteroscedasticity problem so that multiple linear regression analysis can be done. The results show that (1) the adoption rate of GAP of soybean farmers in Kulon Progo Regency is categorized as a high category. Farmers adopted 83,07% of the overall GAP portion of the input, land preparation, planting, fertilizing, crop protection, irrigation, harvesting, and post-harvest, but the adoption rate of GAP planting section is still classified as moderate category. (2) To Increased adoption of GAP is effect by education, farming experience, farmer motivation, the intensity of counseling, while information availability has a negative influence on GAP adoption rate. (3) Increased soybean productivity is influenced by seed factor, manure, Gandasil fertilizer, and GAP adoption rate, while the increase of NPK fertilizer has a negative effect on soybean productivity. (4) Increased Soybean Farm Income is influenced by the increase of labor wage, land area, and GAP adoption rate, while the price of NPK fertilizer negatively affects the income of soybean farming. (5) The productivity of soybean in Kulon Progo Regency only 1,216 Ton / Ha and profit of Rp. 4.304.863,06, - / Ha.
Kata Kunci : Cobb-Douglas, Fungsi Produksi, Fungsi Keuntungan, GAP, Kedelai