Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN FUNGSI SARANA TROTOAR DI WILAYAH JAKARTA SEBAGAI KAJIAN EMPIRIS DARI PEMBERLAKUAN PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG KETERTIBAN UMUM

ERLANGGA JAYANEGARA, prof.Dr. Nurhasan Ismail, S.H, M.Si.

2017 | Tesis | S2 ILMU HUKUM JAKARTA

Jakarta adalah ibukota negara Republik Indonesia, yang pada faktanya dikenal sebagai pusat perdagangan dan perekonomian Indonesia. Status sebagai ibukota negara sekaligus pusat perekonomian dan perdagangan memberi dampak kepada pembangunan fisik dan perkembangan masyarakat di wilayah Jakarta. Dari segi pembangunan Jakarta adalah sebuah kota yang paling maju pembangunannya di Indonesia dan pada sisi lainnya muncul fenomena sosial mengenai masalah ketertiban umum terkait alih fungsi sarana trotoar di Jakarta. Penulis menyusun tesis ini dengan menggunakan metode penelitian ilmu hukum empiris. Penulis mengkaji fenomena sosial pemanfaatan fungsi sarana trotoar di wilayah Jakarta yang ada dalam kenyataannya (das sein). Fenomena tersebut diteliti dengan menggunakan metode pendekatan sosiologi hukum dan pengumpulan data secara kualitatif. Metode dan analisis data tersebut untuk mendukung pembahasan permasalahan penelitian secara deskriptif. Dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas dan faktor yang mempengaruhi efektifitas dari pemanfaatan fungsi sarana trotoar. Hasil penelitian dan pembahasan tesis ini adalah sebagai berikut: Pertama, pemanfaatan fungsi trotoar bagi kepentingan masyarakat khususnya pejalan kaki di Kota Jakarta adalah tidak efektif. Hal ini ditandai oleh derajat ketaatan hukum masyarakat kepada Perda D.K.I Jakarta Nomor 08 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum (yang selanjutnya disebut Perda Ketertiban Umum) berada pada tingkat compliance, sehingga masyarakat taat kepada Perda tersebut dengan alasan karena takut akan ancaman sanksi hukum. Kedua, faktor yang mempengaruhi efektivitas pemanfaatan fungsi sarana trotoar adalah rancangan (design) sarana trotoar yang akan memberi dampak kepada proses penegakan hukum dari aparatur Satuan Pamong Praja (Satpol P.P) Pemerintah Provinsi D.K.I. Jakarta dan faktor kepentingan kelompok sosial non pejalan kaki yang tidak tertampung oleh Perda Ketertiban Umum.

Jakarta is the capital of the Republic of Indonesia is also known as a center of trade and economy of Indonesia. This status brings an impact on physical and development society on the territory of Jakarta. In development aspect, Jakarta is a city with the most advanced development in Indonesia. On the other hand, there are emerging social phenomenons in Jakarta related to public order problems and the malfunction of Jakarta sidewalks. The thesis compiled by the authors is an empirical legal research. In this study the authors assess social phenomena on the utilization of sidewalks in the Jakarta area in reality (das sein). The Phenomenon was researched by using legal sociology approach and qualitative data collection methods. The author explains thesis using descriptive method by examining the effectiveness and factors that influences the utilization of the sidewalk functions. The research and discussion of this thesis are follows: first, the sidewalks function and utility for the pedestrian in Jakarta is unefective. People is currently on compliance level since they fear the sanctions. Second, the factors which influences the effectiveness of sidewalks utility and function can be assessed from the design of the sidewalsks itself that can have an impact to law enforcement process from Jakarta Civil Service Officers and the interest aspects of the non-pedestrian social groups which was not stipulated by the law.

Kata Kunci : efektivitas hukum, ketaatan hukum

  1. S2-2017-374522-abstract.pdf  
  2. S2-2017-374522-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-374522-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-374522-title.pdf