DINAMIKA KETETANGGAAN PADA PENGHUNI PERUMAHAN MODEL GATED COMMUNITY
AKHMAD FATONI B, Dr. Avin Fadilla Helmi, M. Si.
2017 | Tesis | S2 PsikologiRelasi pada konteks ketetanggaan dimungkinkan terjadi apabila kontak yang terjalin antara individu yang satu dengan individu yang lain berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi. Relasi ketetanggan dalam gated community berupaya untuk menciptakan lingkungan ketetanggaan yang guyub dan dekat, namun di sisi yang lain mereka ingin relasi itu tidak sampai pada hal-hal yang sifatnya pribadi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengungkap, antara lain: Apa saja aspek psikologis yang membentuk relasi ketetanggaan, bentuk relasi ketetanggaan yang terjalin di dalamnya, serta dinamika relasi ketetanggaan dalam pemukiman model gated community yang berada di perkotaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi pada orang yang tinggal di Pakuwon City serta pihak pengelola lingkungan di Pakuwon City. Pakuwon City merupakan pemukiman model gated community di perkotaan dengan ciri utama sebagai hunian modern mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi ketetanggan dalam konteks gated community di perkotaan terjadi karena adanya upaya individu dalam memelihara nilai-nilai komunal kemasyarakatan dan adanya usaha untuk menghindari pengalaman negatif dari lingkungan tempat tinggal sebelumnya. Pada kenyataannya relasi yang terbangun tidak lepas dari motif pertukaran sosial maupun ekonomi. Perilaku komunal muncul sebagai bungkus dari pertukaran sosial yang berperan sebagai isi dari relasi melalui pendelegasian atau adanya otoritas untuk pengalihan sumber daya dari orang lain sebagai representasi dari dirinya. Fasilitas yang diberikan oleh Badan Pengelola Lingkungan (BPL) menyebabkan individu memposisikan diri sebagai konsumen dan terjadi pertukaran ekonomi untuk mewujudkan rasa nyaman, aman dan terjaminnya hak-hak pribadi. Relasi terus dijaga untuk memelihara kesetaraan, menjamin kesamaan hak dan menjaga keseimbangan dalam proses pertukaran sosial didalamnya agar tercapai kesejahteraan dalam aspek psikologis dan sosial.
Relationships in the neighboring context are possible when the contacts that exist between individuals with each other progress to higher level. The aim of this study is to reveal, among others: What are the psychological aspects that form neighboring relationships, the form of neighboring relationships that are interwoven in it, and neighboring relationship dynamics in gated community model residence located in urban areas. This research is conducted by qualitative method through phenomenology approach on people who live in Pakuwon City and the neighborhood manager in Pakuwon City. Pakuwon City is a gated community residential model in urban areas with the main characteristic as a modern and self-contained settlement. The results of research indicate that that the neighboring relationships in the context of gated community in urban areas occurred because of individual efforts in maintaining community communal values and the effort to avoid negative experiences from the former residential neighborhood. In fact, the relationships that are built cannot be separated from the motive of social and economic exchange. Communal behavior emerges as a wrapper of social exchanges that act as the content of relationships through delegation or the presence of authority for the transfer of resources from others as a representation of itself. Facilities provided by the Neighborhood Management Agency (BPL) cause individuals to position themselves as consumers and economic exchanges then occur to create a sense of security, comfort, and guarantee of personal rights. The relationships should be maintained in order to manage equality, ensure equal rights and maintain balance in the process of social exchange to achieve prosperity in psychological and social aspects.
Kata Kunci : neighboring relationships, social exchange, equality, gated community