Sejarah Perpustakaan Di Yogyakarta Pada Tahun 1900-2000
GHAFUR SRIYANTO, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MURP., Ph.D.
2017 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaPenelitian tentang sejarah perpustakaan di Yogyakarta ini dilatarbelakangi oleh sedikitnya penelitian tentang sejarah lokal perpustakan. Wilayah Yogyakarta sebagai Kerajaan dan sebutan kota pendidikan menjadi alasan utama. Yogyakarta dengan sebutan kota pendidikan memiliki peninggalan cagar budaya yang melimpah, seperti bangunan sekolah-sekolah dan perpustakaan. Selain itu banyak tokoh-tokoh bangsa yang lahir dari Yogyakarta. Metode penelitian sejarah perkembangan perpustakaan di Yogyakarta ini menggunakan metode sejarah. Proses penelitian meliputi heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber primer dan sekunder. Sumber primer berupa arsip perpustakaan tentang perdagangan buku, rekomendasi unesco, koran, dll. Sedangkan sumber sekunder didapat dari studi pustaka hasil penelitian-penelitian terdahulu. Temuan penelitian ini adalah adanya kesamaan pola perkembangan perpustakaan di Yogyakarta. Perpustakaan dalam pendidikan menjadi salah satu alat penerapan kekuasaan penguasa melalui pengetahuan. Hal itu dapat dilihat dari kontrol pengawasan Belanda dan Jepang terhadap aset pendidikan seperti perpustakaan dan sekolah. Perkembangan perpustakaan pada periode Jepang hanya dapat dilihat pada perpustakaan khusus sekolah dan perpustakaan gereja. Kekuasaan dan kebijakan penguasa menjadi peran penting dalam perkembangan perpustakaan pada abad ke 20.
Research on the history of libraries in Yogyakarta is motivated by at least research on the local history of the library. The area of Yogyakarta as the Kingdom and the name of the city of education is the main reason. Yogyakarta as the city of education has a heritage of abundant cultural heritage, such as the buildings of schools and libraries. In addition, many national figures who were born from Yogyakarta. The historical research method of library development in Yogyakarta uses historical method. The research process includes heuristics, criticism, interpretation and historiography. This study uses primary and secondary sources. Primary sources include library archives of book trade, unesco recommendations, newspapers, etc. While the secondary source obtained from literature study results of previous studies. The findings of this research are the similarity of library development pattern in Yogyakarta. Library in education becomes one of the tools of applying the power of ruler through knowledge. It can be seen from the control of Dutch and Japanese supervision of educational assets such as libraries and schools. The development of libraries in the Japanese period can only be seen in special libraries of schools and church libraries. The power and policies of the rulers became an important role in the development of libraries in the 20th century
Kata Kunci : Sejarah, Perpustakaan, Yogyakarta, Pendidikan, Politik etis