Laporkan Masalah

Kajian Kolam Retensi Dalam Mitigasi Risiko Bencana Banjir (Studi Kasus Sungai Welang Provinsi Jawa Timur)

PRORIDA SARI, Prof. Ir. Djoko Legono, Ph.D dan Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D

2017 | Tesis | S2 TEKNIK PENGELOLAAN BENCANA ALAM

Fenomena banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan pasang air laut di daerah aliran sungai yang bermuara di laut seringkali terjadi dan semakin meningkat kejadiannya di Indonesia, termasuk Sungai Welang. Permasalahan yang terjadi di wilayah sungai tersebut adalah genangan air yang terjadi setiap musim hujan dan frekuensi kejadian banjir yang semakin meningkat bersamaan dengan pasang air laut. Pembangunan kolam retensi merupakan salah satu upaya mitigasi bencana banjir dengan mengurangi debit puncak banjir. Penelitian ini bertujuan mengetahui besar limpasan yang terjadi akibat ketidakmampuan sungai menampung debit banjir, mengetahui profil muka air di Sungai Welang pada kejadian banjir 2 tahunan dan 10 tahunan, serta mengetahui efektifitas pembuatan kolam retensi untuk penanganan banjir akibat luapan Sungai Welang. Simulasi penanganan banjir di Sungai Welang dilakukan dengan pendekatan hidrologi dan hidraulika melalui aplikasi program HEC-HMS 4.0 dan HEC-RAS 5.0.3. Simulasi dilakukan terhadap kondisi sungai saat ini dan dengan menggunakan kolam retensi sebagai upaya pengurangan debit puncak banjir. Pengendalian banjir berupa kolam retensi terdiri dari 4 skenario yaitu skenario 1 adalah kondisi eksisting, sedangkan skenario 2, 3, dan 4 adalah pembuatan kolam retensi dengan 1 pelimpah samping, masing-masing di hulu (RS 7400), di tengah (RS 6970), dan di hilir (RS 6590) dengan ketinggian pelimpah samping 3 m dan 4 m. Hasil simulasi penelusuran banjir menunjukkan bahwa pada kondisi awal sungai tidak mampu menampung debit banjir dengan kala ulang 2 tahun dan 10 tahun sehingga terjadi limpasan sepanjang 497,7 m dan 794,9 m. Tinggi limpasan maksimum pada banjir kala ulang 2 tahunan dan 10 tahunan adalah 0,66 dan 1,02 m. Penurunan debit akibat kolam retensi pada skenario 2, 3, 4 pada titik kontrol RS 5341,4 (Kelurahan Karangketug) dengan tinggi pelimpah samping 3 m berturut-turut sebesar 39,63 m3/s, 31,83 m3/s, dan 41,93 m3/s dan dengan tinggi pelimpah samping 4 m berturut-turut sebesar 14,71 m3/s, 16,76 m3/s, dan 13,74 m3/s.

Flood phenomena caused by heavy rainfall and tide in a cathment area has been frequent and increasing in Indonesia, including Welang River. The problems a watershed is the inundation that occured in every rainy season, and the frequency of flood events increase by tide. The construction of retention ponds become one of the mitigation efforts of flood disaster by reducing the peak of flood discharge. The objective of study was to identify the size of runoff due to the river incapability in accommodating the flood discharge, the water surface profile in Welang River within 2-year and 10-year return period, and the retention pond effectiveness to cope with the flood due to Welang River overflow. The simulation of flood mitigation in Welang river was done by hydrology and hydraulic approach utilized by HEC-HMS 4.0 and HEC-RAS 5.0.3 computer program. Simulations were conducted on existing river conditions by using retention pond and without retention ponds as an effort to reduce the peak of flood discharge. Flood control simulation using the retention ponds consisted of 4 scenarios. Scenario 1 was the existing condition, while scenario 2, 3, and 4 were the construction of retention pond with 1 side spillway, each in upstream (RS 7400), in the middle (RS 6970) and in downstream (RS 6590) with spillway height of 3 m and 4 m. The results of the flooding simulation showed that at the initial condition were not able to accommodate the flood discharge with the return period of 2-years and 10- year so that the overflow were 498,7 m and 794,9 m length. The maximum runoff rise in the 2-year and 10-year return period flood were 0,66 m and 1,02 m. The discharge decrease due to the existence of retention pond in Karangketug Administrative Village at the area with most frequent flood (RS 5341,4) under the scenario 2, 3, 4 with spillway height of 3 m were 39,63 m3/s, 31,83 m3/s, and 41,93 m3/s, respectively and with spillway height of 4 m were 14,71 m3/s, 16,76 m3/s, and 13,74 m3/s, respectively.

Kata Kunci : Sungai Welang, Kolam Retensi, Pelimpah Samping/Welang River, Retention Pond, Side Spillway