Laporkan Masalah

ANALISIS PENERAPAN SUPPLY CHAINRISK MANAGEMENT DALAM DISTRIBUSI PRODUK LCO2

NATALLIA WINATA, Adi Djoko Guritno M.S.I.E Ph.D

2017 | Tesis | S2 Manajemen

Untuk meningkatkan strategi pemasaran dan daya saing perusahaan, perusahaan harus sadar akan kebutuhan untuk perencanaan dan mengelola risiko (risk management) dalam menjalankan operasi bisnisnya. Perusahaan perlu memperhatikan seluruh aspek dalam global supply chain untuk memastikan terpenuhinya layanan konsumer, terkelola dan terantisipasinya biaya, dan mendapatkan keuntungan yang diinginkan. PT. SMT perlu melakukan kajian dan analisis untuk seluruh risiko rantai pasok agar bisa mengelola risiko dan meningkatkan kinerja perusahaan dan mengurangi potensi gangguan terhadap bisnis perusahaan. Dalam penelitian ini dilakukan diskusi dengan para ahli yang bekompeten mengenai supply chain untuk mengidentifikasikan risiko serta agen risiko yang dimiliki oleh PT. SMT, kemudian dilakukan metode House of Risk untuk memetakan agen risiko yang berpengaruh serta untuk mendapatkan strategi mitigasi yang relevan untuk mengatasi dan menyelesaikan agen risiko prioritas. Dari analisis fase pertama House of Risk, dapat diindentifikasi agen risiko supply chain yang dimiliki oleh PT. SMT yaitu; komunikasi yang kurang optimal antar bagian; monopoli supplier (ketergantungan pada satu supplier); tidak optimalnya preventive maintenance; keterbatasan kapasitas pengiriman (mesin dan man power); manajemen operasional yang kurang optimal; perilaku atau behavior disiplin pekerja yang masih kurang; manajemen stok yang tidak optimal; kesalahan input saat dilakukan administrasi (human eror); tidak optimalnya kinerja supplier; permintaan (demand) yang tidak terduga; kurang atau belum optimalnya safety management system di site; serta belum ada mapping kompetensi dari pekerja.

To improve the company's marketing strategy and competitiveness, the company must be aware of the need for planning and managing risks in running its business operations. Companies need to pay attention to all aspects of the global supply chain to ensure that consumer services are fulfilled, managed and anticipated, and earning the desired benefits. PT. SMT needs to conduct studies and analysis for all supply chain risks in order to manage risks and improve company performance and reduce potential disruptions to the company's business. In this study conducted a discussion with experts about supply chain to identify risks and risk agents owned by PT. SMT, then the House of Risk method is used to map the affected risk agents and to obtain relevant mitigation strategies to address and resolve priority risk agents. From the first phase of House of Risk analysis, it can be identified by supply chain risk agent owned by PT. SMT is; Less optimal communication between parts; Supplier monopoly (reliance on one supplier); Not optimal preventive maintenance; Limited delivery capacity (machine and man power); Less optimal operational management; Behavior of workers discipline that is still lacking; Non-optimal stock management; Input errors when administered (human error); Not optimal supplier performance; Unexpected demand; Less optimal safety management system on site; And there has been no competency mapping from workers.

Kata Kunci : House of Risk, Supply Chain, Risk Management, Risk Agent