ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA DAN KINERJA INDIVIDU DALAM IMPLEMENTASI SISTEM E-PROCUREMENT PADA LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (LPSE) MAHKAMAH AGUNG RI
FAJAR SETIAWAN, Gugup Kismono, MBA., Ph.D.
2017 | Tesis | S2 ManajemenMahkamah Agung menjadi salah satu instansi pemerintah yang telah menerapkan proses Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik melalui LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Mahkamah Agung yang didirikan sejak tahun 2012. Penelitian dilakukan untuk menguji faktor-faktor dominan yang mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna dan mengidentifikasi hubungan antara tingkat kepuasan pengguna dengan kinerja individu pengguna serta sejauh mana tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem e-procurement pada LPSE MA RI dengan konsep kualitas e-procurement yang dirasakan pengguna yang dikembangkan Brandon-Jones (2008).Penelitian dilakukan dengan menganalisa variabel profesionalisme, pelatihan, isi dan kegunaan yang dirasakan pengguna dan pengaruh dari kepuasan tersebut terhadap kinerja individu pengguna. Serta sejauhmana tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem e-procurement. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan selain sebagai ukuran tingkat keberhasilan implementasi e-procurementdan juga menjadi salah satu aspek penilaian kinerja LPSE dalam menjalankan perannya sebagai lembaga yang melayani proses PBJ secara elektronik dilingkungan Mahkamah Agung RI. Penelitian dilakukan untuk menguji hipotesis melalui metode survei secara explanatory (penjelasan) dengan menganalisis data kuantitatif statistik untuk meneliti hubungan antar variabel penelitian. Penelitian menggunakan kuesioner dengan 33 item pernyataan yang terdiri dari 7 item pernyataan variabel profesionalisme, 6 item pernyataan variabel pelatihan, 6 item pernyataan variabel isi, 6 item pernyataan variabel kegunaan, 3 item pernyataan kepuasan pengguna dan 5 item pernyataan kinerja pengguna. Pengujian hubungan antar variabel menggunakan model dengan bantuan metode model analisa jalur dengan metode SEM (Structrural Equation Model) berbasis varian dengan menggunakanPartial Least Square (PLS) versi 2.0. Populasi penelitian ini adalah pengguna internal LPSE MA RI. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 84 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probality dan purposive sampling. Kriteria dalam pemilihan sampel adalah anggota pokja/panitia pengadaan yang sudah pernah mengakses dan melelangkan paket pengadaan di LPSE Mahkamah Agung RI dan juga yang pernah menggunakan aplikasi pada LPSE Mahkamah Agung RI minimal dalam 1 (satu) tahun anggaran. Hasil penelitian menunjukkan 2 hipotesis yang diajukan tidak didukung dan 3 hipotesis didukung dengan nilai signifikansi 0,05. Dimensi profesionalisme berpengaruh positif namun tidak signifikan pada kepuasan pengguna. Dimensi pelatihan berpengaruh negatif dan tidak signifikan pada kepuasan pengguna. Dimensi isi berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan pengguna. Dimensi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja individu pengguna. Dengan tingkat kepuasan pengguna sebesar 80,8%.
The Supreme Court of Indonesia became one of the government agencies that have implemented the Electronic Procurement process through the Electronic Procurement Service (LPSE) established since 2012. The research was conducted to examine the dominant factors affecting the level of user satisfaction and identify the relationship between the level of user satisfaction with individual user performance. The concept of Brandon-Jones (2008) is used to measure the level of user satisfaction about e-procurement system in LPSE Supreme Court Republic of Indonesia. The study analyses four variables which build user satisfaction: professionalism, training, content and user perceived usefulness. In addition, researcher also tests relationship between satisfaction on individual performance. The research's result is expected can help LPSE Supreme Court-RI to define the success rate of e-procurement implementation itself. The research was carried out through explanatory survey method (explanation) by analyzing quantitative statistical data to examine the relationship between research variables. The research uses questionnaires with the total of 33 item statements consisting of 7 items of professional variable statement, 6 items of training variable statement, 6 item statement of content variable, 6 item statement of usability variable, 3 items of user satisfaction statement and 5 items of user performance statement. In this study, relationship between variables is tested by using the path analysis model with SEM (Structrural Equation Model) method based on variance using Partial Least Square (PLS) version 2.0. The population of this study are internal users of LPSE Supreme Court-RI. The sample in this study consisted of 84 respondents, with the sampling technique using non-probality and purposive sampling method. The criteria are selected to define sample in this research: 1) procurement committee members who have already accessed and tendered the procurement package at LPSE of the Supreme Court of the Republic of Indonesia and 2) member of staff who have used the application of LPSE of the Supreme Court at least within 1 (one) budget year. The research's results indicate 2 proposed hypothesis are categorized as not supported and the remain 3 hypothesis are defined as supported (the significancy value at 0,05). From four main variable to test the user satisfaction, professionalism dimension has a positive but insignificant effect on user satisfaction. Then, training dimension has negative and insignificant effect on user satisfaction. Different result on content and usability dimension which show positive and significant effect on user satisfaction. As last hypothesis, user satisfaction has a positive and significant effect on individual user performance. In short, the level of user satisfaction about e-procurement system in LPSE Supreme Court Republic of Indonesia is 80.8%.
Kata Kunci : Kepuasan Pengguna, Kinerja Individu, Sistem E-Procurement, Penilaian Keberhasilan Sistem