Laporkan Masalah

KEJADIAN INFEKSI HEPATITIS B PADA BAYI DAN ANAK YANG DILAHIRKAN OLEH IBU DENGAN HBSAG POSITIF DI KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH TAHUN 2014-2016

NASIR AHMAD, Prof. Hari Kusnanto, Dr.PH.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Di Indonesia, sekitar 3,9% ibu hamil merupakan pengidap hepatitis dengan risiko transmisi maternal kurang lebih sebesar 90% anak yang tertular secara vertikal dari ibu dengan HBsAg positif. Prevalensi penularan secara vertikal pada anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia khususnya di Kabupaten Magelang belum diketahui secara pasti. Evaluasi pemberian vaksin HB0 <12 jam saja atau dengan HBIg <12 jam untuk pencegahan penularan secara vertikal belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian infeksi HBV pada bayi usia lebih dari 9 bulan yang dilahirkan oleh ibu dengan HBsAg positif serta sebaran kasusnya di Kabupaten Magelang tahun 2014-2016 Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survey. Besar sampel pada penelitian ini sebesar 68.Sampel penelitian ini adalah bayi usia lebih dari 9 bulan yang dilahirkan oleh ibu dengan HBsAg positif dari pemeriksaan laboratorium Rapid Diagnostic Test berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang tahun 2014-2016. Analisis menggunakan analisis deskriptif. Sampel akan diperiksa HBsAg menggunakan HBsAg Rapid test Cassette dan dikonfirmasi menggunakan metode Enzyme-Linked Fluorescence Assay (ELFA) di laboratorium. Hasil: Angka kejadian infeksi HBV pada bayi usia lebih dari 9 bulan yang dilahirkan oleh ibu dengan HBsAg positif di Kabupaten Magelang tahun 20142016 adalah sebesar 0%. Persentase riwayat pemberian vaksin HB0 <12 jam kepada responden mencapai 100% dan riwayat pemberian vaksin HB0 dan HBIg <12 jam mencapai 68.85% alasan utama tidak diberi HBIg karena tidak memiliki uang untuk membeli HBIg dengan harga yang mahal. Kesimpulan: Angka kejadian HBV secara vertikal sebesar 0% dengan riwayat pemberian vaksin HB0< 12 jam sebesar 100% maka perlu dilanjutkan dalam hal monitoring. Program pemeriksaan HBsAg pada ibu hamil dan pelaporannya mulai dilakukan tahun 2014 sehingga yang terdeteksi hanya 68.

Background: The prevalence of hapatitis b virus infection in infants and children born to hbsag-positive mothers in magelang district, central java, in 2014-2016. Background: In Indonesia, around 3.9 percent of pregnant mothers suffer from hepatitis with a risk of maternal transmission with approximately 90 percent children infected vertically by HBsAg-positive mothers. Currently, in Magelang District, there has been no evaluation after the administration of only HB0 vaccine <12 hours or HBIg <12 hours for the prevention of vertical transmission. This research aimed to figure out the prevalence rate of HBV infection in infants aged more than 9 months born to HbsAg-positive mothers as well as the distribution of the cases in Magelang Regency for the years 2014-2016. Methods: The research type was quantitative research with survey approach. The sampling technique used in this research was total sampling.The sample of this research consisted of infants aged more than 9 months born to HBsAG-positive mothers taken from laboratory examination (Rapid Diagnostic Test) based on the report from the Health Office of Magelang Regency for the years 2014-2016. The analysis used was descriptive analysis. The HBsAg of the sample was examined using HBsAg Rapid Test Cassette and confirmed using Enzyme-Linked Fluorescence Assay (ELFA) method at a laboratory. Results: The prevalence rate of hepatitis B virus infection in infants born to HBsAG-positive mothers in Magelang Regency was 0 percent (0/61). The history of the administration of HB0 vaccine <12 hours to respondents reached 100 percent and the history of the administration of HB0 vaccine and HBIg <12 hours was 68.85 percent main reason not given HBIg because do not have money to buy HBIg with high price. Conclusion: Prevalence HBV vertically infant age under 5 years by 0% with a history of giving HB0 vaccine <12 hours by 100% then need to be continued in terms of monitoring. HBsAg examination program in pregnant women and its reporting began in 2014 so that only 68 were detected.

Kata Kunci : HBV, Hepatitis B, Kejadian, HBsAg, Prevalence