IMBAL JASA PENDIDIKAN: KECENDERUNGAN JANGKA PANJANG DAN SHEEPSKIN EFFECT
Nenny Hendajany, Prof. Dr. Tri Widodo, M.Ec.Dev; Dr. Eny Sulistyaningrum, M.A.
2017 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanDisertasi ini membahas mengenai imbal jasa pendidikan yang dibuat dalam dua permasalahan utama. Pertama fokus pada bagaimana kecenderungan jangka panjang dari nilai imbal jasa pendidikan yang terjadi di Indonesia. Adanya peningkatan dalam rata-rata tahun pendidikan (data IFLS) dan peningkatan APS dari tahun ke tahun (data BPS) di sisi pendidikan serta kenaikan upah (data IFLS dan BPS) di sisi pasar tenaga kerja menjadi dasar akan adanya perubahan dalam nilai imbal jasa pendidikan. Silles (2007) menyebutkan kecenderungan jangka panjang nilai imbal jasa pendidikan yang menurun menandakan membaiknya kualitas pendidikan para pekerja. Kedua, penulis fokus pada nilai imbal jasa pendidikan yang tidak tetap untuk tiap tambahan tahun pendidikan. Besaran lonjakan nilai imbal jasa pendidikan yang terjadi pada tahun seseorang menamatkan tingkat pendidikan tertentu dikenal dengan sheepskin effect. Model sheepskin effect disajikan dalam lima persamaan. Beberapa persamaan digunakan untuk melihat lonjakan estimasi return dalam model Mincer, dan persamaan lainnya untuk perbandingan teori human capital dan teori signaling pada hubungan antara pendidikan dan pendapatan seseorang. Metode untuk menjawab kedua kasus ini adalah OLS (Ordinary Least Square), Heckit (Heckman two step) dan IV (Instrument Variable). Kemungkinan selection bias karena pemilihan sampel membuat penulis menggunakan metode Heckit dalam setiap model yang dibahas. Selection bias dapat terjadi karena penulis hanya mengambil sampel orang yang bekerja dengan penghasilan saja dari survei orang dewasa di buku 3A IFLS. Hasil estimasi OLS dan Heckit masih mengandung bias karena dugaan endogeneity pada variabel pendidikan. Oleh karena itu penulis juga menggunakan metode IV untuk mengatasinya. Instrumen yang digunakan adalah latar belakang keluarga yaitu pendidikan orang tua. Perempuan memiliki nilai imbal jasa pendidikan yang tinggi dibandingkan laki-laki. Terjadi penurunan nilai imbal jasa pendidikan baik untuk perempuan maupun laki-laki, namun penurunan nilai imbal jasa pendidikan pada tahun 2014 lebih besar terjadi pada perempuan. Seluruh model sheepskin effect signifikan untuk persamaan imbal jasa pendidikan. Kasus Indonesia lebih tepat menggunakan model signaling daripada model modal manusia.
This dissertation discusses the return to education that made in two major issues. First focus on trends of returns to education in Indonesia. The increase in the average year of education (in IFLS data) and the increase in APS from year to year (in BPS data) on the educational side and wage increases (IFLS and BPS data) on the labor market side are the basis for changes in the value of return to education. Silles (2007) mentions the trend of declining value of return to education indicates improving the quality of education of workers. Secondly, I focus on the value of inconsistent of rate of return for each additional year of education. The magnitude of the spike in the value of return to education incurred in the year in which a person completes a certain level of education is known as the sheepskin effect. The sheepskin effect model is presented in five models. Some equations are used to look at the spike of estimated returns in the Mincer model, and other equations for the comparison of human capital theory and the theory of signaling on the relationship between education and income. Methods to answer both cases are OLS (Ordinary Least Square), Heckit (Heckman two step) and IV (Instrument Variable). The possibility of selection bias due to sample selection makes the author use the Heckit method in each model discussed. The author only takes a sample of people who work with earnings only from adult surveys in IFLS 3A books. The results of OLS and Heckit estimates still contain biases because of the alleged endogeneity of the educational variables. Therefore the authors also use the IV method to overcome them. The instrument used is family background that is parent education. Women have higher of rate of return to education than men. Decrease in the value of return to education for both women and men, but the decline in value of return to education in 2014 is greater for women. All sheepskin effect models are significant in return to education function. The case of Indonesia is more appropriate to use the signaling model than the human capital model.
Kata Kunci : human capital, return to education, trend, sheepskin effect, signaling