Laporkan Masalah

Implementasi DHIS2 untuk Sistem Pelaporan Kesehatan Ibu dan Anak

NI KETUT HESTI W D, Widyawan ST.,M.Sc.,Ph.D.;dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes.,Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Informasi kesehatan yang terpercaya dan mudah diakses merupakan dasar dalam pengambilan keputusan di semua kerangka sistem kesehatan. Dinas Kesehatan Kab. Tojo Una-Una sejak tahun 2011 menggunakan format excel untuk laporan rutin. Data KIA, Imunisasi dan Gizi merupakan informasi yang sering dibutuhkan. Petugas KIA kesulitan merekap data, memvisualisasikan data, menyediakan informasi tepat waktu dan manager lingkup kesehatan juga sulit akses informasi kesehatan tepat waktu. Untuk menyelesaikan persoalan yang sama, negara berkembang lainnya telah mengujicobakan berpindah dari pengelolaan data berbasis excel atau kertas kepada pengelolaan data dengan menggunakan DHIS2 (Distric Health Information Software version 2) Tujuan : mendeskripsikan implementasi integrasi pelaporan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dengan menggunakan DHIS2. Metode Penelitian: jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan action-research. Hasil : Persoalan pengelolaan data kesehatan di lapangan yaitu masalah infrastruktur akses internet, kurangnya pelatihan, pendampingan, input data berulang, kelengkapan data rendah dan keterlambatan akses informasi kesehatan. Kemudian dilakukan uji coba DHIS2, pelatihan dan pendampingan implementasi. Hasil evaluasi implementasi DHIS2 yaitu kelengkapan data KIA dengan DHIS2 pada Februari 2017 sebesar 87,2% sedangkan tahun sebelumnya 33,5%, pada bulan maret 2017 lengkap 77,8% sedangkan tahun sebelumnya hanya 37,7%. ketepatan waktu menggunakan DHIS2 belum lebih baik dibandingakan sistem pelaporan KIA menggunakan excel karena infrastruktur dan intensitas penggunaan data pada DHIS2 belum merata. Ada 45,1 % pengguna DHIS2 menganggap setuju dan 54,9% sangat setuju aplikasi ini bermanfaat dalam pekerjaan. Pengguna yang berpendapat setuju bahwa aplikasi DHIS2 KIA mudah dioperasikan 74,12% dan 25,88% sangat setuju. Kesimpulan : integrasi data dengan DHIS2 dapat dilakukan dan sistem pelaporan KIA dapat diperkuat dengan penggunaan DHIS2. Perlu pengembangan DHIS2 versi offline untuk entri data, perlu peningkatan infrastruktur dan kapasitas tim pengguna/ pengembangan serta peran pimpinan dalam pengawasan pengelolaan data kesehatan dengan DHIS2.

Background: Trusted and accessible health information is fundamental in decision making in all health system frameworks. Health Office of Tojo Una - Una District since 2011 used the excel format for routine reports. Data of KIA, Immunization and Nutrition are frequently requested information. KIA officers have difficulty in recording data, visualizing data, providing timely information and health managers also have difficulties to access to timely health information. To solve the same problem, other developing countries have piloted moving from excel or paper-based data management to data management using DHIS2 (District Health Information Software version 2) Objective: to describe the implementation of integrated reporting of maternal and children health services using DHIS2. Methode: This type of research was descriptive qualitative with action-research approach. Result: The problem of health data management in the field is the problem of internet access, lack of training, assistance, repetitive data input, low data completeness and delayed access to health information. Therefore DHIS2 trial, training and mentoring implementation were performed. The result of evaluation of DHIS2 implementation was the completeness of KIA data with DHIS2 in February 2017 as 87,2% whereas the previous year was 33,5%, in march 2017 complete as 77,8% whereas the previous year was only 37,7%. Timeliness when using DHIS2 was not better than using excel because the infrastructure and intensity of data using DHIS2 has not been evenly distributed. There are 45.1% of users of DHIS2 agree and 54.9% strongly agree this application is useful in the work. Users who agree that the DHIS2 KIA app is easy to operate were 74.12% and 25.88% strongly agree. Conclusion: Data integration with DHIS2 could be performed and the KIA reporting system could be reinforced with the use of DHIS2. It is necessary to develop offline DHIS2 for data entry, it is necessary to improve infrastructure and user team capacity and leadership role in monitoring health data management with DHIS2.

Kata Kunci : DHIS2, Integrasi, Sistem Informasi

  1. S2-2017-388174-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388174-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388174-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388174-title.pdf