PERBEDAAN KEBERADAAN DEOXYRIBONUCLEIC ACID HUMAN PAPILLOMA VIRUS DENGAN KARAKTERISTIK KLINIS KARSINOMA LARINGS
HAFIFAH, Dr. dr. S. R. Indrasari, M.Kes., Sp.T.H.T.K.L.(K), FICS.; dr. Agus Surono, Ph.D, M.Sc., Sp.T.H.T.K.L.
2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT THTLatar Belakang: Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) diperkirakan memiliki peran pada patogenesis keganasan sel skuamosa (KSS)kepala dan leher termasuk pada KSS larings. KSS larings dengan HPV positif diperkirakan memiliki karakteristik molekular dan karakteristik klinis yang berbeda dengan KSS larings tanpa HPV. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan keberadaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) HPV dengan karakteristik klinis KSS larings. Metode: Penelitian ini merupakan studi cross sectional (potong lintang). Keberadaan DNA HPV dievaluasi menggunakan teknik PCR (polymerase Chain Reaction) yang diperiksa pada spesimen formaline fixed paraffin Embedded (FFPE) pada 45 pasien penderita KSS larings yang tersedia di Departemen Patologi Anatomi RSUP. Dr. Sardjito. Parameter klinis pasien diambil dari rekam medis untuk dianalisis. Hasil: Prevalensi DNA HPV pada penelitian ini adalah 28.9% dengan HPV tipe High Risk (HR), HPV 18 (53.85%) dan HPV 16 (30.7%)merupakan subtipe yang paling banyak diketemukan. Pasien dengan keberadaan DNA HPV positif lebih banyak diketemukan pada kelompok laki laki (92.3%), usia lanjut >60 tahun (61.5%), stadium lanjut (84.6%), stadium T lanjut (69.2%), tanpa metastasis (76.9%), dan kelompok derajat diferensiasi sedang (46.2%) Meskipun tidak ada perbedaan yang bermakna dengan pasien dengan keberadaan DNA HPV negatif. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan bermakna terdapatnya DNA HPV pada beberapa karakteristik klinis KSS larings secara statistik.
Background: Human papillomavirus (HPV) infection was estimated to play a role in the pathogenesis of a subgroup of head and neck squamous cell carcinomas (HNSCCs) including laryngeal squamous cell carcinoma (LSCC). HPV Positive LSCC was assumed to have difference molecular and clinical characteristics from LSCC without HPV. Objective: The purpose of this study is to determine the difference between DNA (Deoxyribonucleic Acid) HPV appearance and clinical characteristics of LSCC. Methods: Design of this study was cross sectional study. The presence of HPV DNA was evaluated using Polymerase Chain Reaction (PCR) in FFPE from 45 LSCC patient in pathological department of Dr. Sardjito. Clinical characteristics parameters were collected from medical record for analysis. Results: In this study, the prevalence of HPV DNA in patients with LSCC was 28.89 % with high risk HPV type, HPV 18 (53.85%) and HPV 16 (30.7%) were the most common. The patients with HPV DNA positive tumors were commonly found in group male (92.3%), elder more than 60 years old (61.5%), late clinical stage (84.6%) and late T stage (69.2%), without metastasis (76.9), and moderate differentiation (46.2%) although the difference with HPV DNA negative tumors did not reach statistical significance (p>0,05). Conclusions: There is no statistically significant difference between HPV DNA appearance and clinical characteristics of LSCC.
Kata Kunci : Human Papilloma Virus, Karsinoma sel skuamosa larings, Deoxyribonucleic Acid, karakteristik klinis, Human Papilloma Virus, laryngeal squamous cell carcinoma, Deoxyribonucleic Acid, clinical characteristics.