Laporkan Masalah

KEMAMPUAN REFLEKSI MAHASISWA KEDOKTERAN DENGAN INTERVENSI UMPAN BALIK LISAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA

IMELDA RITUNGAN, dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D.; dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

Pendahuluan: Dengan refleksi, seorang dokter akan belajar dari pengalaman, menyadari keterbatasannya, sehingga akan belajar sepanjang hayat. Implementasikan pembelajaran refleksi di pendidikan kedokteran membutuhkan penilaian untuk mengetahui kemampuan peserta didik serta dapat membantu meningkatkan kemampuan refleksi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan refleksi mahasiswa dengan pemberian umpan balik dan kemampuan refleksi mahasiswa kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode: Penelitian menggunakan pre and post control group design. Subyek penelitian adalah 62 mahasiswa kedokteran FK UGM angkatan 2015 yang telah mengumpulkan refleksi naratif ke Gamel(n=176 mahasiswa) dan bersedia berpartisipasi, dibagi menjadi 2 kelompok dengan simple random sampling. Intervensi kelompok perlakuan berupa pemberian umpan balik berdasarkan hasil refleksi naratif dari Gamel diikuti dengan pemberian post test berupa refleksi naratif. Refleksi naratif subyek penelitian dinilai dengan menggunakan rubrik REFLECT, dan dianalisa dengan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan kemampuan refleksi mahasiswa pre dan post test berada pada tahap refleksi. Pemberian umpan balik satu kali tidak meningkatkan kemampuan dari tahap refleksi ke tahap refleksi kritis. Hasil ini dapat disebabkan oleh beberapa hal: refleksi kritis tidak terjadi tanpa pengalaman penting/dramatik yang dapat menggeser perspektif sehingga terjadi pembelajaran transformatif, pemberian umpan balik perlu diberikan secara reguler, kurangnya trustworhty terhadap instruktur yang bukan dosen mahasiswa. Hasil lainnya terjadi penurunan kemampuan refleksi secara umum setelah melewati 6 bulan menandakan perlu dilakukan aktivitas/penugasan refleksi di tiap semester untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan refleksi. Kesimpulan: Peningkatan kemampuan refleksi dari tahap refleksi ke tahap refleksi kritis tidak terjadi dengan sekali pemberian umpan balik. Jika refleksi tidak dilakukan secara reguler, dapat menyebabkan penurunan kemampuan refleksi.

Background: With reflection, a physician will learn from experience, be aware of his limitation, and will become life long learner. Implementing reflection learning in medical education needs assessment to determine the ability of learners sothe educator can help improve student' reflection ability. The objective of the research is to know the students 'reflection ability by giving feedback and the different of reflection ability between the intervention group and the control group. Method: The research used quantitative research in the form of pre and post control group design. The subjects of the study were 62medical students of Faculty of Medicine UGM force of 2015 who had collected narrative reflection to Gamel (n = 176 students) and willing to participate, divided into 2 groups with simple random sampling. Intervention of treatment group are giving feedback based on the results of reflection narrative from Gamel followed by narrative reflection assignment. Narrative reflections were assessed using the REFLECT rubric, and were analyzed using Wilcoxon and Mann-Whitney test. Resutl: The results showed that students' reflection ability of pre and post test is in the reflection stage. Giving feedback once does not increase the ability from reflection stage to the critical reflection stage. This result may be due to several things: critical reflection does not occur without significant / dramatic experience that shifts perspective resulting in transformative learning, feedback is given regularly, lack of trustworhty to instructors who are not university lecturers. Another result is a decrease of student; reflection ability after 6 months indicates the need to do reflection activity/assignment in each semester to maintain and improve the ability of reflection. Conclusion: Increased reflection ability from reflection stage to critical reflection stage does not occur with single feedback. Another conclusion is if reflection didn't practice regularly, it can cause a decrease in reflection ability.

Kata Kunci : kemampuan refleksi, refleksi naratif, refleksi kritis, umpan balik, reflection ability, narrative reflection, critical reflection, feedback

  1. S2-2017-391427-abstract.pdf  
  2. S2-2017-391427-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-391427-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-391427-title.pdf