LUARAN NEONATAL PADA KEHAMILAN PROGRAM IN VITRO FERTILIZATION (IVF)
MUHAMMAD BUCHORI, dr. S. Yudha Patria, Ph.D, Sp. A(K); dr. Tunjung Wibowo, MPH, M.Kes, Sp. A(K)
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatarbelakang: In Vitro Fertilization (IVF) berhubungan dengan luaran neonatal yang jelek. Kurang bulan, kecil masa kehamilan (KMK) dan berat lahir rendah (BBLR) terjadi hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan alamiah. Prosedur IVF sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir di Indonesia, tetapi data mengenai luaran neonatal masih sedikit. Tujuan: Untuk mengevaluasi risiko kurang bulan, KMK dan BBLR pada bayi program IVF. Metode: Kami melakukan penelitian kohort retrospektif di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta dari Januari 2012 sampai Desember 2016. Kuisoner digunakan untuk mengumpulkan data dari rekam medis. Kami menghitung risiko relatif untuk mengetahui risiko kurang bulan, KMK dan BBLR pada bayi program IVF dibandingkan dengan bayi dari kehamilan alamiah. Teknik pengambilan sampel pada bayi IVF ialah total sampling dan menggunakan simple random sampling pada bayi dari kehamilan alamiah yang lahir pada hari yang sama dengan bayi dari populasi IVF Hasil:Total 108 subyek pada penelitian ini yang terdiri dari 54 bayi program IVF dan 54 bayi dari kehamilan alamiah. Pada populasi IVF memiliki risiko lahir kurang bulan (RR 2,0; IK95% 0,52-7,58) dan risiko BBLR (RR 1,25; IK95% 0,53-2,92). Meskipun begitu, populasi IVF tidak memiliki risiko KMK (RR 1,0; IK95% 0,21-4,73). Kesimpulan:Risiko kurang bulan dan BBLR pada bayi program IVF lebih tinggi daripada kehamilan alamiah tapi secara statistik tidak bermakna dan tidak ada peningkatan risiko KMK pada bayi program IVF.
Background In vitro fertilization (IVF) has been associated with poor neonatal outcomes. Preterm birth, small-for-gestational age (SGA), and low birth weight (LBW) rates are approximately twice as high in IVF pregnancies than in natural pregnancies. IVF procedures have become more routine in recent years in Indonesia, but there have been few assessments of neonatal outcomes. Objective To evaluate the risk of preterm birth, SGA, and LBW in IVF infants. Methods We performed a retrospective cohort study in Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta from January 2012 to December 2016. Pre-coded questionnaires were used to collect data from medical records. We calculated the relative risk of preterm birth, SGA, and LBW among IVF infants compared to naturally conceived infants. A total sampling method was used for the IVF infants and a simple random sampling method was used for naturally conceived infants, who were born on the same day as an infant in the IVF group. Results A total of 108 infants were recruited, consisting of 54 IVF infants and 54 naturally conceived infants. IVF infants had increased risk of preterm birth (RR 2.0; 95%CI 0.52 to 7.58) and LBW (RR 1.25; 95%CI 0.53 to 2.92). However, IVF infants did not have an increased risk of SGA (RR 1.0; 95%CI 0.21 to 4.73). Conclusion The risk of preterm birth and LBW in IVF infants are higher than in naturally conceived infants, but not statistically significant. However, there is no increased risk of SGA in IVF infants.
Kata Kunci : in vitro fertilization; kurang bulan; kecil masa kehamilan;berat lahir rendah.