Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Dimensi Budaya terhadap Niat Melakukan Whistleblowing : Perbandingan antara Mahasiswa dan Engineer

DESSY FINANDARI, Titis Wijayanto, S.T., M.Des., Dr.Eng.

2017 | Tesis | S2 Teknik Industri

Sama seperti profesi lain, engineer juga merupakan sebuah profesi yang memiliki kode etik dalam melakukan tugas profesionalitasnya. Penelitian mengenai whistleblowing sudah banyak dilakukan, namun penelitian yang menguji dimensi budaya terhadap niat melaporkan kecurangan dalam lingkup profesi engineer masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perbedaan antara mahasiswa dan engineer terhadap niat melakukan whistleblowing, menyelidiki pengaruh dimensi budaya pada tingkat individu terhadap niat melakukan whistleblowing, dan menyelidiki pengaruh perbedaan suku bangsa terhadap niat melakukan whistleblowing. Setiap responden dihadapkan pada tiga kasus : kasus pertama merupakan kasus yang melibatkan atasan, kasus kedua merupakan kasus yang melibatkan rekan kerja, dan kasus ketiga merupakan kasus dimana engineer mengetahui adanya kesalahan yang tidak diketahui siapa penanggungjawabnya. Setiap responden diminta memberi penilaian terkait tingkat keseriusan kasus dan tanggung jawab serta niat untuk melakukan whistleblowing secara internal ataupun eksternal. Hasil uji menunjukkan terdapat perbedaan antara responden mahasiswa dan engineer terhadap niat melakukan internal whistleblowing, mahasiswa memiliki niat melakukan whistleblowing lebih tinggi dibandingkan engineer. Dimensi power distance, collectivism, dan long-term orientation pada tingkat individu berpengaruh secara signifikan terhadap niat melakukan internal whistleblowing. Semakin rendah nilai power distance maka akan semakin tinggi niat untuk melakukan internal whistleblowing. Semakin tinggi nilai collectivism dan long-term orientation maka akan semakin tinggi pula niat untuk melakukan internal whistleblowing. Perbedaan signifikan suku bangsa terhadap niat melakukan whistleblowing hanya ditemukan pada internal whistleblowing untuk kasus yang tidak diketahui siapa penanggung jawab kesalahan, dan external whistleblowing pada kasus yang melibatkan atasan.

Engineers are also a profession that has a code of conduct in performing professionalism , just like the other professions. Research on whistleblowing has been widely used, but studies that examine the cultural dimensions of intent to report fraud within the scope of the engineer profession are rare. This study aims to investigate the differences between students and engineers on whistleblowing intention, investigating the effect of cultural dimensions on whistleblowing intention, and investigating the effect of ethnic differences on whistleblowing intention. Each respondent is faced with three cases: the first case is a case involving the superior, the second case is a case involving a colleague, and the third case is a case where the engineer knows of an unknown fault who the person responsible is. Each respondent is asked to provide an assessment related to the seriousness of cases, responsibilities and intentions to conduct whistleblowing internally or externally. Results indicate that there is a difference between student and engineer respondents to internal whistleblowing intention, students have higher whistleblowing intention than engineer. Dimensions of power distance, collectivism, and long-term orientation at the individual level significantly influence the internal whistleblowing intention. The lower the power distance, the higher the internal whistleblowing intention. The higher the collectivism and long-term orientation, the higher the internal whistleblowing intention. Significant ethnic differences in whistleblowing intentions are found only in internal whistleblowing for unknown cases, and external whistleblowing in cases involving superiors.

Kata Kunci : Dimensi budaya, Engineer, Mahasiswa, Whistleblowing intention

  1. S2-2017-372980-abstract.pdf  
  2. S2-2017-372980-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-372980-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-372980-title.pdf