Laporkan Masalah

MEDIA SOSIAL INSTAGRAM,PERILAKU MAKAN DAN STATUS GIZI: STUDI PADA KELOMPOK USIA DEWASA MUDA DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA

IZZATI NUR KHOIRIANI, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D; Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Perkembangan tren seperti wisata kuliner dan teknologi telah mengantarkan tingginya antusiasme para pengguna media sosial untuk memunculkan berbagai macam akun kuliner Instagram yang mempromosikan berbagai kuliner termasuk di area Yogyakarta. Rekomendasi para food blogger dapat menjadi informasi, pengaruh, nasihat, saran dan juga patokan dalam menentukan perilaku makan. Permasalahan gizi akibat kekurangan maupun kelebihan berat badan sangat beresiko terhadap produktivitas kerja pada kelompok usia dewasa. Tujuan: Mengetahui hubungan penggunaan akun kuliner Instagram terhadap perilaku makan dan status gizi dewasa muda. Metode : Penelitian cross-sectional dengan 191 subjek penelitian berusia 18-29 tahun yang merupakan pelanggan pada delapan tempat makan di Kabupaten Sleman, DIY. Data yang dianalisis adalah penggunaan akun kuliner sebagai referensi makanan, perilaku makan sehat dan kurang sehat (berdasarkan variasi makanan pokok, variasi protein, frekuensi buah, frekuensi sayur, dan frekuensi makanan beresiko) dan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh. Data di analisis menggunakan Chi-Square. Hasil : Prosentase dewasa muda yang menggunakan akun kuliner Instagram lebih tinggi (n=154) dibandingkan yang tidak menggunakannya sebagai referensi makanan (n=37). Tidak terdapat hubungan yang bermaknsa penggunaan akun kuliner terhadap perilaku makan (p=0,66), namun kelompok usia memilki hubungan yang bermakna secara statistik terhadap perilaku makan (p=0,01). Aktivitas foodstagram pada dewasa muda yang menggunakan akun kuliner Instagram sebagai referensi makanan memilki hubungan yang bermakna secara statistik terhadap status gizi gemuk/obesitas (p=0,00). Kesimpulan : sebagian besar (82,2%) dewasa muda dalam penelitian ini menggunakan akun kuliner Instagram sebagai referensi makanan, namun secara statistik tidak menujukkan adanya hubungan terhadap perilaku makan. Perilaku makan pada pengguna akun kuliner Instagram sebagai referensi makanan juga tidak menujukkan hubungan secara statistik terhadap status gizi dewasa muda.

Background: The development of trends such as culinary tourism and technology has led to a high level of enthusiasm among social media users to create a variety of Instagram culinary accounts that promote a variety of food such as in the area of Yogyakarta. Recommendations of food bloggers can be informations, influences, advices, suggestions and also a benchmark in determining eating behavior. Nutritional problems due to deficiency or overweight are very risky to work productivity in the adult. Objective: To know the relationship the use of Instagram culinary account to eating behavior and nutritional status of young adult. Methods: A cross-sectional study of 191participants 18-29 year old who were customers at eight restaurants in Sleman District, Yogyakarta. The data analyzed were the use of culinary account as food reference, healthy and less healthy eating behavior (based on variety of carbohydrates, variety of side dish , fruits frequency, vegetables frequency, and risk food frequency) and nutritional status based on Body Mass Index. Data were analyzed using Chi-Square. Results: The percentage of young adults using Instagram culinary accounts (n = 154) higher than participant who did not use them as food reference (n = 37). There was no significant association between use of Instagram culinary account and eating behavior (p = 0.66), but age group has statistically significant relationship to eating behavior (p = 0.01). The activity of foodstagram in young adults using Instagram culinary account as food reference has a statistically significant relationship to overweight/obese nutritional status (p = 0,00). Conclusion: Most young adults in this study used Instagram culinary accounts as food reference(82.2%), but statistically did not show any relationship to eating behavior. Eating behavior on Instagram culinary account users as a food reference also did not show statistically significant relationship to adult young adult nutritional status.

Kata Kunci : Akun kuliner Instagram, Perilaku Makan, Status Gizi Dewasa Muda

  1. S2-2017-371370-abstract.pdf  
  2. S2-2017-371370-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-371370-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-371370-title.pdf