Laporkan Masalah

Evaluasi Kinerja Pengadaan Pasar Srago Tahun 2016 di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Klaten

SRI ENDAR UTAMI, Prof. Slamet PH, MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D

2017 | Tesis | S2 Akuntansi

Pengadaan barang/jasa (PB/J) merupakan salah satu faktor yang memengaruhi penyerapan anggaran di akhir tahun (Sukadi 2012). Oleh karena itu PB/J seyogyanya berjalan dengan lancar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sayangnya sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan yang mengatur kementerian/lembaga/daerah/instansi (K/L/D/I) untuk melakukan evaluasi kinerja terhadap PB/J. Maka dari itu lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP) sebagai lembaga pembuat regulasi PB/J pada April 2016 mengeluarkan buku informasi evaluasi kinerja PB/J. Penelitian ini berfokus untuk melakukan evaluasi kinerja pengadaan Pasar Srago di Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Klaten terutama pada tahap pelaksanaan pekerjaan. Kinerja diukur menggunakan formula pengukuran kinerja yang dikeluarkan oleh LKPP pada tahun 2016. Selain itu dirumuskan faktor penghambat kinerja pengadaan Pasar Srago tahun 2016 pada tahap pelaksanaan pekerjaan dan disimpulkan strategi peningkatan kinerja pengadaan terutama pada tahap pelaksanaan pekerjaan. Pada penelitian ini data akan dikumpulkan melalui dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan anggaran sebesar 78,65%, konsistensi antara perencanaan dengan implementasi pengadaan Pasar Srago berdasarkan penyerapan setiap triwulan yaitu 19,66%, efisiensi pengadaan Pasar Srago yaitu 21,35%, dan efektivitas pengadaan Pasar Srago yaitu 100%. Berdasarkan hasil analisis tersebut dirumuskan faktor penghambat kinerja pengadaan Pasar Srago pada tahun 2016 pada tahap pelaksanaan pekerjaan yaitu permasalahan sosial (non fisik) dan kurangnya manajemen pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu dirumuskan strategi peningkatan kinerja pengadaan terutama pada tahap pelaksanaan pekerjaan yaitu dilaksanakan penyesuaian antara jadwal pelaksanaan pekerjaan dengan schedule, perlu adanya sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat terkait dilaksanakannya proses pembangunan, PPKom harus lebih tegas dalam melaksanakan tugas manajemen pelaksanaan pekerjaan pembangunan Pasar Srago, dilakukan pre construction meeting sebelum pelaksanaan pekerjaan, apabila terdapat perubahan rencana pelaksanaan pekerjaan seharusnya dituangkan dalam adendum atau perubahan kontrak, dan patuh pada ketentuan dan peraturan pengadaan barang/jasa yang berlaku.

Procurement of goods / services (PB/J) is one of the factors that influence the budget absorption at the end of the year (Sukadi 2012). Therefore, PB/J should be run smoothly in accordance with applicable laws and regulations. Unfortunately, until now the government has not issued a policy regulating ministries/agencies/locals/offices (K/L/D/I) to evaluate the performance of the PB/J. Hence, the government procurement agency (LKPP), as the PB/J regulatory body, in April 2016 issued a book on PB/J performance evaluation information. This study focuses on evaluating the procurement performance of Pasar Srago by the Public Works and Spatial Planning office of Klaten Regency, especially at the stage of job implementation. The performance is measured using a performance measurement formula issued by LKPP in 2016. Other than formulating the inhibiting factors of procurement performance for Pasar Srago in 2016 at the job implementation stage, improvement strategy was also concluded about the procurement performance, especially at the stage of job implementation. In this study data were collected through documents and interviews. The result showed that the absorption of budget was 78.65%, the consistency between planning and implementation of procurement for Pasar Srago, based on quarterly absorption, was 19.66%, Pasar Srago procurement efficiency was 21.35%, and the effectiveness of Pasar Srago procurement was 100%. Based on the analysis result, the inhibiting factors of Pasar Srago procurement performance in 2016 in the job implementation stage were social (non-physical) problems and lack of job implementation management. Thus, this study formulated strategies for improving the procurement performance, especially in the job implementation phase, such as, adjustment between the job implementation schedule with the procurement schedule; the need for socialization to traders and the community related to the implementation of the construction process; PPKom must be more assertive in carrying out the task of managing the construction job implementation of Pasar Srago; conduct a pre-construction meeting before execution; any change of job implementation plan should be contained in an addendum or a contract change, and should comply with the applicable provisions and rules of procurement of goods / services.

Kata Kunci : Kata Kunci : Evaluasi kinerja, pengadaan Pasar Srago, DPU PR Kabupaten Klaten, faktor penghambat kinerja, strategi peningkatan kinerja/ Keywords: performance evaluation, procurement of Pasar Srago, DPU PR Klaten Regency, performance inhibiting factor, st

  1. S2-2017-391687-abstract.pdf  
  2. S2-2017-391687-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-391687-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-391687-title.pdf