PERAN MAJELIS PENGAWAS DAERAH DALAM MENCEGAH PERBUATAN NOTARIS YANG MERUGIKAN KLIEN DI KOTA PANGKALPINANG
YOGI ATMANAGARA, Dr. Sutanto, S.H., M.S.
2017 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) Peran Majelis Pengawas Daerah dalam mencegah perbuatan Notaris yang merugikan klien Di Kota Pangkalpinang, dan (2) kendala yang dihadapi Majelis Pengawas Daerah serta upaya yang dilakukan dalam mencegah perbuatan Notaris yang merugikan klien Di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini merupakakan penelitan yuridis empiris, subjek penelitian dalam penelitian ini adalah majelis pengawas daerah kota Pangkalpinang dan notaris kota Pangkalpinang, teknik pengambilan sample yaitu purposive sampling dan random sampling. Metode analisis yaitu Kualitatif yang lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada dinamika hubungan antar fenomena yang diamati dengan menggunakan logika ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran majelis pengawas daerah dalam mencegah perbuatan notaris yang merugikan klien di kota Pangkalpinang sudah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan majelis pengawas daerah menjalankan peran dan wewenang seperti yang dituangkan dalam Undang-Undang Jabatan Notaris dan Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia, maupun peran di luar itu, seperti pemeriksaan protokol rutin, rapat koordinasi, rapat kerja, penyuluhan, seminar-seminar, pembinaan langsung serta teguran. Adapun faktor penghambat antara lain minimnya anggaran, geografis, topografis, demografis, kurangnya peran masyarakat, serta infrastruktur. Upaya yang dilakukan yaitu pemeriksaan rutin,rapat koordinasi, rapat kerja, koordinasi unsur pengawas tetap dijaga, mewajibkan notaris untuk aktif dalam organisasi dan seminar yang dibuat MPD.
This research aims to know and analyze (1) the role of regional supervisory councils in preventing the actions of notaries that harming client in the city of Pangkalpinang, and (2) Obstacles faced by the Regional Supervisory Board and the efforts made in preventing the act of Notary which harms the client in Pangkalpinang City. This research is an empirical juridical research, The subject of research in this study is the regional supervisory board of Pangkalpinang city and notary Pangkalpinang city, Sampling technique that is purposive sampling and random sampling. Analytical method that is more qualitative emphasize its analysis on deductive and inductive deductive process and on the dynamics of relationship between phenomena observed by using scientific logic. The results of this research indicate that the role of regional supervisory councils in preventing the actions of notaries that harm clients in the city Pangkalpinang already running well. This is evidenced by the regional supervisory assemblies performing roles and authority as outlined in The law of notary public and Regulation of Minister of Justice and Human Rights, As well as the role beyond that, Such as routine protocol checks, coordination meetings, work meeting, counseling, Seminars, direct coaching even a reprimand though. As for inhibiting factors such as lack of budget, Geographic, topographic, demographic, lack of active role communities and infrastructure, Efforts made are routine inspections, coordination meetings, work meetings, coordination of supervisory elements are maintained, requiring notaries to be active in organizations and seminars made by MPD.
Kata Kunci : notaris, majelis pengawas daearah